Halo ! :D
Akhirnya bersua kembali! Mohon maaf karena kurang aktifnya saya bercerita di blog ini -_-*
Seperti yang sudah saya kemukakan di sini, bahwa saya akan menceritakan pengalaman survey area taman bacaan bersama rekan tim saya, Kiki.
***
Ya. Antara Rawamangun dan Ciputat
Survey kami lakukan sekitar tiga minggu lalu. Saya berangkat dari kampus saya di Rawamngun sementara Kiki berangkat dari kampusnya di Ciputat. Kami berdua berencana bertemu di Halte TransJakarta Grogol -sesuai dengan petunjuk Bapak Karsono, penanggung jawab Duri Pulo-
Saya tiba tiga puluh menit lebih awal dari Kiki, sekitar pukul setengah dua belas siang. Kemudian pukul dua belas tepat kami menuju Duri Pulo.
Kami berdua tidak tahu jalan. Akhirnya kami menuruti petunjuk Pak Karsono untuk naik ojeg dari Grogol ke Jl. Setiakawan 3 -alamat kompleks SD DuriPulo-.
Luar biasa pandai benar Bapak Ojegnya, kami memboros uang saku hampir sebanyak 15 ribu karena ternyata jarak Grogol - Setiakawan tidak terlalu jauh. Sudahlah, pelajaran bagi kami untuk lebih sering menengok peta Jakarta, lumayan untuk menghemat -__-*
***
Ya. Ini Benar Kompleks SD
Karena kami naik ojeg dari arah Grogol, kami turun di gang kecil bertuliskan Jl. Setiakawan 3.
Siang itu sepi, mungkin karena memang jam tidur siang. Kami langsung saja ke sekolah untuk menemui guru di sana.
Sesamapainya di sana, Kami takjub. Halaman sekolahnya luas. Kami segera menuju ruang guru terdekat, lalu kami disambut oleh Bu Arhaeni, Kepala Sekolah SD Duri Pulo 03 pagi.
Beliau menyampaikan bahwa Kompleks SD Duri Pulo terdiri dari tujuh sekolah dasar yaitu: SD Duri Pulo 01 pagi, 02 pagi, 03 pagi, 04 pagi, 05 pagi, 06 pagi dan 10 petang.
Kemudian kami diantar untuk berkeliling melihat ruang perpustakaan tiap sekolah. Karena keterbatasan ruang, tiap sekolah memiliki satu ruang perpustakaan yang terletak di dalam ruang Kepala Sekolah.
Hanya 01 Pagi yang memiliki ruang baca terpisah.
Masalah pertama: Ruang. Ah, tapi cerita dari Kak Fitut, ruang bukanlah masalah besar rendahnya minat baca, kok!
***
Pendopoku sayang ----
Di halaman sekolah yang luas itu, terdapat sebuah pendopo. Pendopo yang merupakan hibah dari sebuah perusahaan swasta tersebut sempat menjadi tempat baca bagi anak - anak. Namun, karena alasan buku - buku menjadi cepat rusak, akhirnya pendopo tersebut dibiarkan begitu saja
***
Enam bulan terhitung dari hari ketika kami survey, banyak harapan yang kami bawa pulang bersama dengan pekerjaan rumah dan rencana - rencana. Harapan kami sederhana, agar anak - anak mencintai buku dan terbiasa membaca. Harapan kami sederhana, agar impian tumbuh meliar bersama dengan imajinasi yang mereka dapat dari bacaan - bacaan yang semestinya mereka baca. Harapan kami sederhana, agar kelak, anak - anak ini memiliki pribadi yang kuat untuk menghadapi hidup dan melanjutkan perjuangan bangsa.
Sederhana, kan?
Semangat menyala,
Salam,
S.
Photos were taken by. Sufia


