Showing posts with label KEHIDUPAN. Show all posts
Showing posts with label KEHIDUPAN. Show all posts

Jun 27, 2015

Welcoming New Kids

Salaaam.
Ya ampun nggak terasa yah sebentar lagi libur kenaikan kelas selesaaaaai. (loh?)
Kalau sebagian besar sekolah baru menyerahkan lembar hasil belajar (rapor) hari ini, sekolah tempat saya mengajar sudah melakukannya tanggal 12 Juni lalu, dan tahun ajaran baru akan dimulai sebentar lagi yaitu tanggal 1 Juli. Hwaaaaaaaaah I'm half excited half lazy :D

Tahun ajaran baru berarti ................................ MURID - MURID BARUUUUUUUUU

Tahun ajaran kemarin saya kedapatan menjadi wali kelas 1 SD, entah untuk tahun ajaran baru kali ini. Saya sih penginnya tetep aja di kelas 1 SD. hehehe

Sudah ya.
Anyway selamat berpuasa! :))

Salam,

S.



Feb 14, 2015

Tersenyum dan Berbahagialah!

Untuk yang hatinya tengah membadai,
tersenyumlah.

Hai.
Sebelumnya kuucapkan selamat mengulang tanggal lahirmu yang ke 23 kalinya, meski agak terlambat. Semoga keberkahan selalu mampu engkau petik dalam tiap langkah kehidupan, walau sulit.

Hai.
Perasaan manusia adalah keabstrakan yang paling menyulitkan. Tak tampak wujudnya, namun begitu nyata akibatnya. Tuhan yang menciptakan, untuk mengistimewakan kita. Lantas bersyukurlah.

Hai.
Tuhan menyimpan alasan dibalik setiap takdir yang ditulisNya. Alasan itu terkunci rapat. Hanya dalam keadaan tertentu seorang hamba mampu menafsirkannya. Salah satunya adalah pertemuan dan perpisahan.

Hai.
Mungkin aku tak terlalu mampu menyelam dalam badai hatimu, karena kelemahanku. Yang aku tahu, kau adalah lelaki baik. Jadi percayalah, Tuhan menyiapkan perempuan baik untukmu. Percayalah, ada saatnya kau dipertemukan dengannya. Teguhkan hatimu untuk selalu percaya. Setidaknya kepercayaan akan membuat badaimu sedikit mereda.

Hai.
Minta tolonglah dalam sabar dan shalat. Itu perintah Tuhan. Yang pertama adalah sabar, lalu jangan pernah meninggalkan sholat. Pasrahkan segalanya kepada Tuhan dengan dua cara itu. Kupercaya yang lebih baik akan menjadi hadiah kelak.

 Temanku,
berbahagialah.
Lakukan yang terbaik untuk hidupmu.

Temanmu yang juga selalu berusaha untuk bahagia,

S.

Feb 6, 2015

Anak baik

"Aku mau jadi anak baik, biar bisa buat Bu Ellys masuk surga,"

***

Hai.
Mengajar anak-anak memang banyak kejutannya. Setiap hari selalu ada cerita, yang lucu ataupun menyebalkan, yang sedih ataupun membahagiakan. Celoteh, tawa, tangis sudah jadi makanan sehari-hari. Anak-anak berumur 6-7 tahun ini mengajarkan saya banyak hal.

Kejadiannya kemarin. Saya kebetulan mengajar sendiri karena partner saya sedang menjadi penguji tes masuk. Mengelola kelas sendiri (apalagi kelas 1 SD) membutuhkan energi yang besar. Tidak boleh emosi, tidak boleh berteriak.

Hari itu saya mengajar pengurangan dengan cara meminjam. Ada 7 orang yang kesulitan dalam memahami. Alhasil saya harus menukar posisi duduk mereka menjadi baris paling depan. Saya tukar dengan anak-anak yang sudah lebih paham. Salah satu diantara yang lebih paham itu adalah Adelia.

Adelia adalah anak yang kemampuan kognitifnya di atas rata-rata. Kemampuan psikomotor dan sosialnya juga tinggi. Dia sudah lebih nalar dibandingkan dengan anak yang lain. Mungkin karena dia adalah anak yang kedua orangtuanya bekerja, sehingga lebih mandiri. Emosinya saja yang belum terkontrol jadi dia suka menegur temannya dengan nada suara yang tinggi, sampai temannya menangis.

Setelah saya pindahkan Ia ke belakang, Ia mengobrol dan mengganggu konsentrasi kelas. Saya tegur dengan memberikan Ia pengertian dan lumayan berhasil walau sesekali masih mengobrol.

Setelah pelajaran usai dan kelas sedang persiapan untuk makan siang, Adelia sudah kembali ke posisi duduknya semula. Ia menyeletuk, "Bu Ellys, aku mau jadi anak baik, biar bisa buat Bu Ellys masuk surga,". Saya tentu saja terkejut mendengar kata-kata itu keluar dari mulut anak kelas 1 SD. Ia berkata lagi "Iya kan kalo aku baik trus masuk surga, nanti ditanya siapa ibunya siapa ayahnya siapa gurunya,".

Saya tahu Adelia pasti baru mendengar kata-kata itu dari orang yang lebih tua, mungkin orangtuanya atau guru mengajinya di rumah. Tapi celoteh yang sederhana itu menyentil hati saya.

Apakah saya sudah cukup baik untuk bisa membuat kedua orangtua saya dan seluruh guru yang pernah mengajar saya masuk surga kelak?

Semoga.

***

Mungkin pekerjaan saya secara formal tertulis 'pengajar' tapi sungguh sebenarnya saya yang terus-menerus belajar banyak dari anak-anak ini. Alhamdulillah.

Tabik,

S.


Jan 31, 2015

Untuk Guru Kami Tersayang

Untuk yang kami sayangi,
Ibu Apriliana.

Apa kabar, Bu?
Semoga Ibu tengah istirahat dengan tenang.

Saya adalah salah satu mahasiswi bimbingan skripsi Ibu, bila Ibu agak lupa. Saya percaya Ibu tidak akan lupa.

Saya ingat, pertama kali bertemu Ibu saat masa orientasi kampus. Ibu masih menjabat sebagai pembantu dekan di fakultas. Yang paling saya ingat adalah ketika di akhir semester 1, saya dan Michael, teman saya, menemui Ibu di ruangan Ibu. Kami, yang masih mahasiswa baru itu, menemui Ibu untuk minta pindah jurusan. Padahal Ibu adalah salah satu dosen di jurusan Kami. Ibu tentu saja bilang tidak bisa waktu itu. Akhirnya saya mengurungkan niat untuk pindah, sementara Michael tetap memutuskan untuk ikut seleksi masuk ulang demi pindah jurusan.

Ibu yang selalu saya dan teman-teman kagumi,
keputusan saya untuk tidak pindah jurusan membuat kita menjadi sering bertemu 4,5 tahun ini. Ibu adalah salah satu dosen favorit saya. Ibu adalah role model bagi saya dan teman-teman. Kami belajar ketekunan, kerja keras, disiplin dan tanggung jawab dari Ibu. Karena saya begitu mengidolakan Ibu, di akhir semester 7, saya ke ruangan Ibu lagi, bukan untuk pindah jurusan, tetapi ingin meminta Ibu berkenan  menjadi dosen pembimbing skripsi saya. Waktu itu adalah akhir masa jabatan Ibu sebagai pembantu dekan. Ibu menerima saya dan 7 orang teman saya yang lain.

Ibu yang selalu saya dan teman-teman sayangi,
dalam perjalanan kami menyusun skripsi, Ibu tidak pernah lelah untuk membimbing dan memotivasi kami. Kami mohon maaf, Bu, karena ketidakpekaan dan keegoisan kami. Kami tidak tahu bila Ibu menderita sakit keras karena Ibu selalu terlihat semangat. Kami tidak tahu bila Ibu letih, karena kami hanya memikirkan keletihan kami sendiri. Maaf, Bu. Bahkan sampai di akhir kita bertemu waktu di rumah sakit, Ibu masih memikirkan kami.

Bu, kami sudah lulus. Tentu saja dengan bantuan Ibu.

Meski Ibu tidak hadir di ruangan sidang kami, semangat, nasihat dan bimbingan Ibu menyala-nyala di hati kami. InsyAllah doa kami selalu untuk Ibu.

Bu, masih ada satu teman kami belum lulus semester ini, insyAllah semester depan. Semoga Ibu tenang dalam peristirahatan Ibu. Kami percaya, dedikasi Ibu untuk kami, jurusan dan universitas terhitung sebagai perbuatan amal baik bagi Ibu.

Terimakasih dan maaf. InsyAllah doa kami turut menemani Ibu.

Salam sayang,


Mahasiswa Ibu.

Dec 21, 2014

Sebuah Doa

Saya sedang membaca buku "Lapis-Lapis Keberkahan" karya Ust. Salim A. Fillah dan terenyuh dalam tiap kalimat yang saya baca di buku beliau ini. Saya berhenti di halaman 48 dan menemukan doa indah. Doa yang Ust. Salim tulis dengan penuh kerendahan hati seorang hamba. Doa yang terpanjat dengan penuh adab. Beginilah seharusnya saya berdoa sebagai hamba, pikir saya. Saya tulis doa tersebut di bawah ini, semoga bermanfaat. :)

***

ya Allah,
susurkan dan susulkan kami di jalan mereka yang Kaulimpahi cinta; dalam sempit maupun lapangnya, senyum dan juga lukanya.
maka, ya Allah, walau tak Kaukayakan kami seberlimpah Sulaiman; karuniai kami syukur dan tawadhu'nya, yang hormati semut serta burung hud-hud.

ya Allah,
walau tak Kauberi kami daya raga dan keajaiban seperkasa Musa, curahi kami keberanian dan keteguhannya memimpin kaum yang sering membuat kecewa.
maka, ya Allah, walau usia tak sepanjang Nuh mulia, tegarkan kami dengan kegigihan da'wah dan tekad bajanya untuk terus menyampaikna kebenaran dalam aneka cara.

ya Allah,
walau paras tak setampan Yusuf rupawan, kuatkan diri kami menahan semua goda dan derita, tajamkan nuraninya hingga mampu membaikkan negeri.
maka, ya Allah,
walau keajaiban tak selalu menyertai perjalanan, penuhi hati kami dengan kasih mesra seperti 'Isa, hingga tunduklah musuh dalam cinta.

ya Allah,
walau tak perlu ditelan ikan di gelap lautan, hiasi jiwa kami dengan kepasrahan Yunus yang rintih doanya Kaudengarkan.
maka, ya Allah,
walau tak usah mengalami kehilangan, dicekik sakit, miskin, dan musibah; sejukkan hati kami dengan sabar dan dzikir seperti Ayyub yang tabah.

ya Allah,
walau ujian cinta tak seberat Ibrahim, Hajar dan Sarah; limpahi keluarga kami dengan sakinah, mawaddah dan rahmah dengan keturunan yang shalih serta shalihah.
maka, ya Allah,
walau ibadah tak seterpelihara Zakaria dan kesucian tak seterjaga Maryam; nikmatkan bagi kami bakti anak mulia seperti Yahya dan Isa.

ya Allah,
walau belum pernah mencicipi surga bak Adam dan Hawa, jadikan rumah kami terasa surga sebelum surga, terimalah taubat atas segala dosa.
maka, ya Allah,
walau hidup tak sepedas-pedih warna-warni hayat Ya'qub, jadikan kami hanya mengadu pada-Mu semata, hingga menampilkan kesabaran cantik yang bercahaya.

ya Allah,
waau tak harus lari dan bersembunyi sebagaimana para Ashabul Kahfi, beri kami keberanian dan perlindungan saat tegas mengatakan Al-Haq di depan tirani.
maka, ya Allah,
walau kerajaan tak seluas Dzul Qarnain, curahi kami akhlaq pemimpin; yang senantiasa menyeru pada iman, membebaskan ummat, serta menebarkan manfaat.

ya Allah,
walau jangan sampai Kaukaruniai pasangan yang mirip Fir'aun, teguhkan kami bagai Asiyah yang mukminah, anugerahkan rumah di sisi-Mu di dalam surga.
maka, ya Allah,
walau persoalan hidup tak sepelik Ibunda Musa, bisikkan kami selalu kejernihan-Mu di firasat kami saat menghadapi musyqilnya hari-hari.

ya Allah,
walau ilmu dan kebijaksanaan tak seutuh Luqman Al-Hakim; tajamkan pikir dan rasa kami untuk mengambil 'ibrah di setiap kejadian.
maka, ya Allah,
susurkan dan susulkan kami di jalan yang lurus, di lapis-lapis keberkahan.

Aamiin.

***

Salam,

S.

 

Aug 11, 2014

Kebahagiaan

Before, I had some questions that hardly be answered. Such as, Are you happy? Have you been happy? What kind of happiness you have? It took several minutes to answer and the answer was just ..hmm, I think so or Yeah but not too much.

Itu dulu.

***

Saya rajin bertanya dan mencari tahu apa yang tidak saya tahu kemana saja, kepada siapa saja. Ive said this before hahaha. Kadang, pertanyaan-pertanyaan yang tidak saya ketahui jawabannya sebenarnya sangat sederhana. Ya termasuk tentang kebahagiaan. Kalau saya bertanya kepada diri sendiri "Sejauh ini hidup lo bahagia nggak, sih?" ya saya dengan santai bisa saja langsung menjawab "Ya.... bahagia bahagia aja, sih,". Frase 'bahagia bahagia aja' itu menunjukkan kebingungan pribadi "eh? iya nggak, ya?" "bahagia yang kayak gimana dulu, nih?" "Emang bahagia ada berapa jenis, sih?"

***

Happiness is the meaning and the purpose of life, the whole aim and end of human existence - Aristotle

Saya setuju awalnya sama Pak Aristoteles, kita bahagia ketika target hidup atau tujuan atau cita-cita atau sejenisnya itu kesampaian. Nah, yang jadi masalah, target/tujuan/cita-cita tiap orang kan beda-beda, begitu juga kemampuan untuk mencapainya, yang berdampak pada periode tercapainya kebahagian tersebut (apa sih, Lys). Gitu kan, ya?

Kasian aja gitu kalo yang impiannya tinggi, belum bisa bahagia kalau belum tercapai si impian.

***

Cukup mensyukuri apa yang ada, dan kamu akan selalu bahagia

Tadi siang ada yang kirim itu. And I feel those words fill the hole of emptiness in my mind /halah/ hahahahaha. Kuncinya: bersyukur. Bersyukur. Bersyukur. Bersyukur. (( mantra ))

***

Saya bersyukur masih bisa membuka mata tadi pagi, saya bahagia.
Saya bersyukur masih bisa makan bersama keluarga saya, saya bahagia.
...
...
...


Saya bersyukur mengenal kamu, saya sangat bahagia.

Salam,
S.


May 26, 2014

Mencari Alasan Untuk Tidak Mengeluh

Kita hidup untuk alasan-alasan yang harus kita hidupi dan pada akhirnya menghidupi kita. Saya bingung menentukan siapa yang menghidupi siapa pada konteks kalimat itu. Saya percaya bahwa tiap dari kita pasti punya alasan untuk melakukan apapun atau menjadi siapapun dan bagaimanapun caranya. Saya makan karena saya lapar. Saya tidur karena saya mengantuk. Saya ingin menjadi guru karena........... dan karena-karena lainnya dalam hidup kita.

Saya gemar mencari alasan. ha ha ha ha. Jadi saya suka banyak nanya, "kenapa begini? kenapa begitu?". Kalo ada yang baik meladeni pertanyaan saya ya pasti dijawab, tapi untuk mereka yang gak sabar pasti jawab "Gak semua yang terjadi harus ada alasan, Pi," atau "Gak punya alasan juga alasan orang gak mau jawab, kan?" sampe kayak gini "gak semua pertanyaan ada jawabannya,". Ya pokoknya begitu. Pada akhirnya saya menelan rasa penasaran dan semua kenapa yang ada di kepala saya sendirian.

Kebetulan semester akhir memang memancing saya untuk sedikit lebih banyak mengeluh dibanding semester sebelumnya. Sebentar-sebentar capek, sebentar-sebentar males, sebentar-sebentar galau, sebentar-sebentar pengin main. Ya gitulah. Semester ini seru banget sih, cuma ya jadi cepet ngeluh, lebih manja, pengin diperhatiin, dll.

Makanya saya memutuskan untuk ikut ke Cibuyutan hari Sabtu lalu, bermalam di sana lagi untuk kedua kalinya setelah 3 tahun nggak ke sana. Saya pernah cerita tentang di mana Cibuyutan dan pengalaman saya ke sana waktu itu di sini. Saya dan teman-teman juga punya wadah untuk siapapun yang mau bantu Cibuyutan di sini. ((promosi))  

Salah satu perbedaan dari perjalanan pertama saya waktu itu dan perjalanan saya kemarin adalah waktu itu kami berangkat pagi, jadi cuaca belum terlalu panas. Sementara kemarin kami naik ke Cibuyutan tengah hari pas matahari ada di atas kepala. ha ha ha ha. Seruuuu kan.

Alhamdulillah banyak perubahan yang terjadi di Cibuyutan semenjak kedatangan pertama kami waktu itu. Banyak pihak yang membantu dan mendukung Cibuyutan dari segi apapun. MI Miftahussolah sekarang sudah berbentuk bangunan dengan fasilitas yang memadai, tidak lagi bilik bambu seperti kandang sapi. Setiap sabtu dan minggu ada kegiatan belajar untuk orang tua yang tuna aksara. Cibuyutan sudah punya panel surya, jadi setiap malam bisa menikmati listrik tergantung cuaca pada siang harinya. Kalau terik seperti kemarin, listrik bisa tahan semalaman sampai pagi. Alhamdulillah.

Saya ke sana memang dengan niat untuk mencari alasan agar tidak cepat mengeluh. Anak-anak Cibuyutan yang melanjutkan sekolah ke tingkat SMP harus turun dari kampungnya menuju kampung di bawah yang lebih maju, melewati hampir 10 km pulang pergi perjalanan dengan trek bebatuan yang naik turun terjal. Tapi mereka tidak mengeluh. Anak-anak harus belajar dengan semangat dari diri mereka sendiri tanpa bantuan siapapun di rumah karena orangtua mereka tuna aksara, dan mereka belajar dengan keterbatasan informasi, hanya dari buku, tanpa akses internet. Tapi mereka tidak mengeluh.

Sementara saya.........................................................................................

***

Jangan sampai karena terlalu sering menunduk, kita jadi lupa bagaimana caranya menoleh.

Jangan karena terlalu sering mengeluhkan apa yang kita hadapi, kita jadi gak sempet sadar kalau di sekeliling kita ada yang dihadapkan dengan masalah yang jauh lebih berat dan mereka mampu menghadapinya dengan senyuman.

Semoga selalu lebih dewasa ya, diriku.

Salam,

S.


Oct 14, 2013

Gagal Move On dari #KerjaBakti

Malam.

Saya niat ngepost ini udah dari seminggu lalu. Cuman ya gagal melulu.

Malam ini diiringi gemuruh takbir dan perasaan yang belum bisa move on, akhirnya saya tulis sekarang!

Eitsss, tenang kaliiii kak. Gagal move on dari apa nih?

***

Gak bakal bisa berhenti!

Temen temen pasti tau lah ya Gerakan Indonesia Mengajar? google-ing aja kalo belom tau.

Gerakan yang markasnya di Jalan Galuh dua nomer empat ini mengajarkan saya banyak hal. Banyak sekali.

April tahun ini saya ikut - ikutan jadi panitia di acara #PackYourSpirit yang diadain sama Indonesia Menyala (Gerakan Perpustakaan Indonesia Mengajar). Sendirian. Kayak anak ilang.

Waktu rapat perdana beneran kayak anak ilang. Sampe di sana kaget. Loh? ini kok kakak kakak semua, ya? Saya terus terang nyari anak kuliahan juga. Dan nemu! lima orang......

Di rapat perdana itu dapet banyak cerita dan motivasi. Satu kalimat yang akan selalu saya ingat adalah yang diucapkan oleh Bu Evi,
......Sekali temen - temen ikut kegiatan kita, udah deh, temen - temen bakal terjebak di sini. Gak bisa keluar, gak bisa berhenti....
Awalnya saya gak ngerti. Tapi sekarang. I really understand. I really do.

***

#KerjaBakti Lebih Awal

Karena pernah ikutan #PackYourSpirit itu, akhirnya sekitar dua bulan lalu dapet email ajakan #KerjaBakti lebih awal. Apaan nih?

Jadi ternyata, GIM mau ngadain festival pendidikan. Tapi gak kayak festival lain yang cuma nonton sekadarnya, di sini relawan yang dateng bakal #KerjaBakti bareng bikin media belajar yang langsung dikirim ke 126 SD penempatan pengajar muda. 

Ah gila! Gokil banget ini acara! Ngegerakin orang buat capek capek bikin media? Serius loooooo?

Saya semangat. Semangat sekali. Mungkin karena kakak - kakak pengajar muda menularkan semangat ini kepada siapapun. Setidaknya mahasiswa macam saya dengan mudahnya tertular.

Saya ikut.

Dengan hati yang berdebar - debar saking semangatnya.

***

Ini Beneran Kerja Bakti

Saya berangkat dari rumah menuju Gedung Kwarnas buat kumpul perdana dengan semangat yang hampir tumpah kemana - mana. Dan begitu sampe di sana. Pecah. Tumpah semua. Sekitar dua ratus orang ada di sana. Yang tidak saya kenal. Yang rata - rata sudah bekerja mapan.

Wow.

Ini pasti bakal seru banget.

Dan bener.

Begitu hari - H. Relawan panitia bertambah lebih banyak, karena ajakan yang bersambut semangat.

5 - 6 Oktober, Ecovention Hall di Ancol jadi saksi ribuan orang kerjabakti. Beneran #KerjaBakti !!! Anak - anak, nenek - nenek, remaja, artis, dokter, segala profesi, ikutan. Ada yang capek gunting - gunting bikin puzzle, nulis info di kartu bergambar, bikin peraga sains, kemas - kemas buku pelajaran, nyanyi lagu anak, sharing profesi, ngedongeng, ah! GOKIL ABIS. 

RIBUAN ORANG BIKIN MEDIA BELAJAR BUAT ANAK INDONESIA YANG ADA DI PELOSOK.

RIBUAN ORANG PERCAYA INDONESIA PUNYA MASA DEPAN CEMERLANG DI BALIK SEMANGAT ANAK - ANAKNYA.

Semangat saya buncah banget. Euforianya masih terasa sampe sekarang.

***

Memelihara Masa Depan

Masa depan sebuah bangsa ada pada anak - anaknya. Seberapa banyak anak - anak yang tetap melanjutkan sekolah di suatu negara menjadi ramalan kondisi negara tersebut beberapa tahun kemudian.

Seberapa besar informasi yang anak - anak ketahui juga menjadi penentu tingkat kemajuan yang akan negara tersebut alami beberapa tahun kedepan.

Tuhan menitipkan masa depan sebuah bangsa pada tiap semangat anak - anak yang lahir di negara tersebut. Dan kita memeliharanya. 

Kita.

Anda, keluarga anda, teman - teman anda, dan saya. Kita semua.

Untuk Indonesia.





***

Dengan ini secara resmi saya menyatakan #GagalMoveOn dari #KerjaBakti Festival Gerakan Indonesia Mengajar.

Salam,

S.

 


 

Oct 12, 2013

Seribu Jendela -- Bulan Kesatu (Part 2. Survey)

Halo ! :D

Akhirnya bersua kembali! Mohon maaf karena kurang aktifnya saya bercerita di blog ini -_-*

Seperti yang sudah saya kemukakan di sini, bahwa saya akan menceritakan pengalaman survey area taman bacaan bersama rekan tim saya, Kiki.

***

Ya. Antara Rawamangun dan Ciputat 

Survey kami lakukan sekitar tiga minggu lalu. Saya berangkat dari kampus saya di Rawamngun sementara Kiki berangkat dari kampusnya di Ciputat. Kami berdua berencana bertemu di Halte TransJakarta Grogol -sesuai dengan petunjuk Bapak Karsono, penanggung jawab Duri Pulo-

Saya tiba tiga puluh menit lebih awal dari Kiki, sekitar pukul setengah dua belas siang. Kemudian pukul dua belas tepat kami menuju Duri Pulo. 

Kami berdua tidak tahu jalan. Akhirnya kami menuruti petunjuk Pak Karsono untuk naik ojeg dari Grogol ke Jl. Setiakawan 3 -alamat kompleks SD DuriPulo-.

Luar biasa pandai benar Bapak Ojegnya, kami memboros uang saku hampir sebanyak 15 ribu karena ternyata jarak Grogol - Setiakawan tidak terlalu jauh. Sudahlah, pelajaran bagi kami untuk lebih sering menengok peta Jakarta, lumayan untuk menghemat -__-*

***

Ya. Ini Benar Kompleks SD

Karena kami naik ojeg dari arah Grogol, kami turun di gang kecil bertuliskan Jl. Setiakawan 3.

 

Siang itu sepi, mungkin karena memang jam tidur siang. Kami langsung saja ke sekolah untuk menemui guru di sana.

Sesamapainya di sana, Kami takjub. Halaman sekolahnya luas. Kami segera menuju ruang guru terdekat, lalu kami disambut oleh Bu Arhaeni, Kepala Sekolah SD Duri Pulo 03 pagi. 

Beliau menyampaikan bahwa Kompleks SD Duri Pulo terdiri dari tujuh sekolah dasar yaitu: SD Duri Pulo 01 pagi, 02 pagi, 03 pagi, 04 pagi, 05 pagi, 06 pagi dan 10 petang.

Kemudian kami diantar untuk berkeliling melihat ruang perpustakaan tiap sekolah. Karena keterbatasan ruang, tiap sekolah memiliki satu ruang perpustakaan yang terletak di dalam ruang Kepala Sekolah.

Hanya 01 Pagi yang memiliki ruang baca terpisah.
Masalah pertama: Ruang. Ah, tapi cerita dari Kak Fitut, ruang bukanlah masalah besar rendahnya minat baca, kok!

***

Pendopoku sayang ----

Di halaman sekolah yang luas itu, terdapat sebuah pendopo. Pendopo yang merupakan hibah dari sebuah perusahaan swasta tersebut sempat menjadi tempat baca bagi anak - anak. Namun, karena alasan buku - buku menjadi cepat rusak, akhirnya pendopo tersebut dibiarkan begitu saja



***
Enam bulan terhitung dari hari ketika kami survey, banyak harapan yang kami bawa pulang bersama dengan pekerjaan rumah dan rencana - rencana. Harapan kami sederhana, agar anak - anak mencintai buku dan terbiasa membaca. Harapan kami sederhana, agar impian tumbuh meliar bersama dengan imajinasi yang mereka dapat dari bacaan - bacaan yang semestinya mereka baca. Harapan kami sederhana, agar kelak, anak - anak ini memiliki pribadi yang kuat untuk menghadapi hidup dan melanjutkan perjuangan bangsa.

Sederhana, kan?






Semangat menyala,

Salam,

S.




Photos were taken by. Sufia

Sep 23, 2013

Seribu Jendela -- Bulan Kesatu (Part 1. Kabar - Kabar)




Halo halo hai !

Apa kabar? Pasti kabar baik, ya!

Tenang, postingan ini bukan tentang puisi - puisi galau yang bikin pening atau curhatan fans KPOP abis nonton konser atau beli CD. tenaaaaaang. hehe

Makanya, boleh baca sambil diminum tehnya, Kak! :) snacknya juga boleh diicip - icip! :)

***

Mengajar - Menyala

Saya pengagum pengajar muda -sebutan untuk kakak - kakak yang dikirim ke beberapa desa tertinggal di seluruh pelosok negeri-. Bila kesempatan menemui saya, kelak saya ingin menjadi pengajar muda.

Lalu apa itu Penyala? Sebutan untuk siapapun yang ingin menyalakan Indonesia. Siapapun. Di manapun. Dengan berbagi pengetahuan melalui buku ke seluruh penjuru, dan kelak pengetahuan ini akan secara otomatis 'menyalakan' Indonesia. Begitu filosofinya. Indah nian, bukan?

Berawal dari gerakan perpustakaan di tiap penempatan pengajar muda, Indonesia Menyala menggagas sebuah kegiatan taman bacaan di daerah Jabodetabek.

Mengapa Taman Baca? - Sebab anak - anak perlu dibiasakan membaca sejak dini, dan kebiasaan tersebut akan muncul bila tiap anak memiliki minat membaca. Taman Baca diharapkan mampu membantu memunculkan minat tersebut.

Mengapa hanya Jabodetabek? - Tenaaaaang! :) ini baru Pilot Project. Waktu akan mewujudkan taman baca - taman baca menjamur di Indonesia. Ah, bukan waktu. Tapi kita semua //amin//

***

Ah, Ternyata Gambir bukan cuma Monas dan Stasiun Gambir :)

Saya mendaftar. Saya tidak tahu jalan. Saya belum khatam peta Ibukota. Saya tinggal di Bekasi, kuliah di Rawamangun.

Saya gak tau kalo Gambir itu luas.Yang saya tau ya Stasiun Gambir sama Monas. Jadi waktu ada kolom pemilihan daerah penempatan, saya pilih yang di Percetakan Negara sama Gambir. Karena saya pikir gampang lah bolak - balik kampus.

Kemudian ada sms dan email pemberitahuan. Saya ditempatkan di SDN Duripulo 01 Pagi, Gambir. Tidak ada perasaan yang aneh - aneh karena saya masih berpikir Gambir itu ya di sekitar stasiun gambir itu aja.

Tibalah saat kami dipertemukan dengan penanggung jawab daerah penempatan. 

"Mbaknya tinggal di mana ya?"

"Bekasi, Pak"

"Wah, jauh sekali"

"Tapi saya kuliah di Rawamangun kok, Pak"

"Masih lumayan jauh loh, Mbak. Harus transit di harmoni soalnya trus lanjut lagi yang ke arah Grogol"

".............................."(Dalem hati) APAH?? GROGOL??

"Jadi duripulo itu memang masih masuk kecamatan Gambir tapi letaknya gak pusat pusat banget"

".........................." (Dalem hati) Oh, gitu ya, Pak..........

Kamudian dengan sukacita dan penuh harap kami menetapkan tanggal survey ke sana.

Ceritanya di next part yaaaaa :)))))

Mengapa Kisah Seribu Jendela

Seribu jendela adalah filosofi pribadi saya. Indonesia menyala dengan filosofinya bahwa pengetahuan akan menyalakan Indonesia dan saya, dengan filosofi tersebut.

Saya mengibaratkan Indonesia adalah sebuah bangunan yang tidak memiliki jendela. Sehingga, di siang hari sekalipun tidak ada cahaya yang menyinari. Lalu buku adalah jendela dunia. Satu anak membaca buku, maka pengetahuannya bertambah - satu jendela dunia bagi Indonesia tersusun. Satu lainnya membaca buku, maka jendela dunia lain terbentuk. Begitu seterusnya hingga seribu jendela bahkan jutaan jendela dunia. 

//Maaf kalo agak kacau penyampaiannya// -__-"

Ya pokoknya begitu hehehehehe..

Ditunggu yaaa next partnya :D

Malam,

Sufia.



  

Nov 30, 2012

move!

Hello, world.

I've just read nasional.is.me by Pandji. Emang rada telat sih baca ini, telat banget malah. Tapi kan lebih baik telat daripada enggak sama sekali. Sebelum baca buku ini saya udah tau lah yaa tulisan Mas Pandji bakal ke arah mana. Dari judulnya aja keliatan banget tujuan Beliau nulis buku ini.
Intermezo aja, saya tau Mas Pandji waktu Beliau masih jadi host di realityshow gitu. Trus tau tau jadi terkenal dari IndonesiaUnite - merdesa - staandupcomedy. Oke, bagaimanapun jalan cerita hidup Beliau, I really adore him, very inspiring maaaan!

---

Which one that you don't like, Indonesia or Indonesian ? 

Saya nggak ngerti kenapa saya nulis kalimat di atas. Tapi I feel that question after read that book. Semacam gini, jadi sebenernya yang lo gak suka tuh negaranya apa orang-orangnya?

Indonesia ya? hmmmm. Saya merasa gak pantes buat ngomentarin macem macem tentang Indonesia. Selama 20 tahun saya hidup, mobilitas saya cuma di pulau Jawa! Oke, saya hapal provinsi di Indonesia, tau danau terbesar di Indonesia, gunung tertinggi, apapun. Informasi tentang Indonesia udah tersebar di mana - mana. Potensi kekayaan alam Indonesia sama banyaknya sama penduduknya. Berita baik dari Negara kita sama banyaknya sama berita koruptor atau urusan politik pemerintahan. Saya tau itu, temen - temen juga tau itu. Tapi kalo ditanya, Indonesia itu apa? Bagaimana? bla bla bla.

Indonesia is my country.

Saya gak pernah merasa menyesal lahir di sini karena memang bukan tipikal saya untuk mengeluhkan hal - hal demikian. Saya percaya, semua tempat yang Tuhan pilih adalah baik. Mungkin perasaan yang lebih tepat adalah minder. Saya merasa Indonesia jauh tertinggal di belakang. Sedih, prihatin. But unable to do something.

Saya gak mungkin ga suka sama Indonesia. Lha wong kata orang tanah kita tanah surga! Biarpun saya cuma liat dari internet - tv - koran, tapi saya tau Indonesia itu indaaaaah. Dan keindahan Indonesia gak cuman Bali doang. Saya baru inget kalo saya pernah ke luar pulau Jawa. Saya ke kepulauan seribu! HA HA HA HA HA HA Yang penting ke luar Jawa kan? Ke pulau Bira. Bukan! Bukan Pramuka! Bukan Tidung! Saya lumayan bangga karena kebanyakan temen - temen saya cuma tau Pramuka sama Tidung. Tapi sebenernya sedih, karena pantai sedemikian indahnya belum diketahui banyak orang. Yaelaah labil banget lu, Pi -_-

Sebelum keliling dunia saya mau keliling Indonesia dulu. Belitong, Lombok, Bunaken, Semeru, Kerinci, Raja ampat. Semoga Tuhan mengizinkan, amin! 

Jadi intinya, I have no reason to hate this beautiful country.

Orang - orangnya? hmmmm. Hanya karena Jakarta itu ibukota, seolah penduduk Jakarta adalah representasi dari penduduk Indonesia. ENGGAKLAH. Di daerah pegunungan, mana ada penduduk yang konsumtif? Makan tinggal manen kebun sendiri, potong ayam sendiri. Di daerah pelosok Indonesia, mana ada penduduk yang kasar? Ada batas yang sangat jelas antara orang tua sama yang lebih muda. Unggah ungguh yang baik. Sopan santun. Tata krama. Saya paham betul semua ras manapun di Indonesia sangat ramah. Kebetulan saya orang Jawa. Kebetulan masih ada hubungan darah sama Hamengkubuwono. Jadi ya begitulah. Setiap saya pulang kampung, semua orang hobi senyum. Ga pandang buluh, ga pandang usia. Sahabat saya orang Batak. Galak? Enggak! Gila iya.

Jadi, saya paham makna dari nila setitik rusak susu sebelanga. Only because of those f*ck politician, so we judge all Indonesian like that.

hmmmm. I like Indonesia and also Indonesian (karna saya juga Indonesian). But.........

---

Indonesia depends on YOU

Recently, negara kita udah jarang yang kerjaannya mengkritik doang. Memang masih ada sebagian kecil, tapi sebagian yang lain sudah mulai bergerak. Sekarang banyak organisasi kepemudaan yang aktif dalam lingkup regional, nasional bahkan internasional. Teman - teman saya banyak yang aktif. Saya? I have a lot of dreams but I'm just staying here like a fool!

Di kampus saya banyak organisasi, BEM dan organisasi lain. Saya gak ikut BEM di kampus. Tapi saya masih terdaftar dalam kepengurusan sebuah organisasi kepemudaan. TAnKMIPA dan Desa Binaan. Tapi saya sok sibuk sehingga sudah sangat jarang join bareng. Begitu. Gerak saya terbatas. Banyak tapinya. ck. 

Kalo baca tulisan bold di atas saya jadi mikir "What have I done for this country?" speechless. 

---

My friend has just visited Thailand for Asean Student Forum. I really envy her. Suatu saat pasti ada giliran saya untuk buat negeri ini bangga. Dan suatu saat itu gak akan pernah ada selama saya belum MOVE! dan ACT!



Sufia.

 

   

#Sufia

Sorbonne, Seoul, Saudi Arabia, SOON