Showing posts with label ROMANSA. Show all posts
Showing posts with label ROMANSA. Show all posts

Feb 22, 2015

Yang aku ingat

Yang aku ingat dari turunnya hujan adalah
aroma tanah yang mengharum saat basah mulai menerpa
derap langkah yang susul-menyusul mencari peneduh
jemari yang mencari genggaman sambil kaki terus berlari

***

Yang aku ingat dari terbitnya fajar adalah
kesibukan yang muncul dari mulut yang menguap lebar
roti yang terjepit lidah menanti susu yang masih di tangan
asap kendaraan yang malu-malu berteman dengan kabut

***

Yang aku ingat dari datangnya senja adalah
letih yang menyatu dengan polusi
rindu yang terlampiaskan ataupun tidak
jingga yang menghitam pelan-pelan

***

Ada kamu dalam tiap hujan yang aku temui
(dan selalu aku ingat)

Ada kamu dalam tiap fajar yang aku datangi
(dan selalu aku ingat)

Ada kamu dalam tiap senja yang aku lalui
(dan selalu aku ingat)

***

S.
 

Oct 6, 2014

Sepotong Bulan untuk Berdua

Sepotong Bulan untuk Berdua

Malam ini
Saat dikau menatap bulan
Yakinlah kita melihat bulan yang sama
Mensyukuri banyak hal
Berterima kasih atas segalanya
Terutama atas kesempatan untuk saling mengenal
Esok pagi semoga semuanya dimudahkan

Malam ini
Saat dikau menatap bulan
Yakinlah kita menatap bulan yang satu
Percaya akan kekuatan janji-janji masa depan
Keindahan hidup sederhana, berbagi dan bekerja keras
Mencintai sekitar dengan tulus dan apa adanya

Malam ini
Saat dikau menatap bulan
Yakinlah kita menatap bulan yang itu
Semoga Yang Maha Memiliki Langit memberikan kesempatan
Suatu saat nanti
Kita menatap bulan
Dari satu bingkai jendela

- Tere Liye

----


Aug 11, 2014

Kebahagiaan

Before, I had some questions that hardly be answered. Such as, Are you happy? Have you been happy? What kind of happiness you have? It took several minutes to answer and the answer was just ..hmm, I think so or Yeah but not too much.

Itu dulu.

***

Saya rajin bertanya dan mencari tahu apa yang tidak saya tahu kemana saja, kepada siapa saja. Ive said this before hahaha. Kadang, pertanyaan-pertanyaan yang tidak saya ketahui jawabannya sebenarnya sangat sederhana. Ya termasuk tentang kebahagiaan. Kalau saya bertanya kepada diri sendiri "Sejauh ini hidup lo bahagia nggak, sih?" ya saya dengan santai bisa saja langsung menjawab "Ya.... bahagia bahagia aja, sih,". Frase 'bahagia bahagia aja' itu menunjukkan kebingungan pribadi "eh? iya nggak, ya?" "bahagia yang kayak gimana dulu, nih?" "Emang bahagia ada berapa jenis, sih?"

***

Happiness is the meaning and the purpose of life, the whole aim and end of human existence - Aristotle

Saya setuju awalnya sama Pak Aristoteles, kita bahagia ketika target hidup atau tujuan atau cita-cita atau sejenisnya itu kesampaian. Nah, yang jadi masalah, target/tujuan/cita-cita tiap orang kan beda-beda, begitu juga kemampuan untuk mencapainya, yang berdampak pada periode tercapainya kebahagian tersebut (apa sih, Lys). Gitu kan, ya?

Kasian aja gitu kalo yang impiannya tinggi, belum bisa bahagia kalau belum tercapai si impian.

***

Cukup mensyukuri apa yang ada, dan kamu akan selalu bahagia

Tadi siang ada yang kirim itu. And I feel those words fill the hole of emptiness in my mind /halah/ hahahahaha. Kuncinya: bersyukur. Bersyukur. Bersyukur. Bersyukur. (( mantra ))

***

Saya bersyukur masih bisa membuka mata tadi pagi, saya bahagia.
Saya bersyukur masih bisa makan bersama keluarga saya, saya bahagia.
...
...
...


Saya bersyukur mengenal kamu, saya sangat bahagia.

Salam,
S.


Apr 13, 2014

Ya.

Selama cinta ini masih haram, ini haram.
Maka halalkan.

Selama rindu ini masih haram, ini haram.
Maka halalkan.

Semoga doa kita bersua di satu titik di langit sana,
menggema semesta.

---

Love,

S.

 

Apr 3, 2014

Untuk Sementara by @PramoeAga on tumblr

Untuk sementara, kita lebih banyak berteman dengan rindu; dengan doa - doa pelipat jarak, dengan sekarung harapan bertemu.

Untuk sementara, biar kita berjalan beriringan tanpa sejalan. Percakapan adalah tanaman yang musti kita rawat, dan kesabaran adalah bocah rewel yang perlu dijaga. Ingatlah, mereka adalah harta yang mengayakan kita.

Untuk sementara, biar rindu menjadi teman paling rajin hinggap di dada. Menggelembung, menyesakkan ruang sempit di sana. Memanjangkan musim dingin, menambah rajin gigil.

Lelah ini hanya sementara. Hanya mengambil beberapa jumput waktu bersama dan mengalikan dua jarak yang ada. Tak apa, hanya sementara. Bukan selamanya. 

---

source: here

Mar 9, 2014

Home

I don't need to break your walls as Miley wanted
because you open the door gently
and let me in

I just need to love you unconditionally
as Katy would
and I will

And there is no question such 'who you love'
as Mayer asked
because you are my answer

Love,
S.



Feb 2, 2014

Kencan (...)

Sebab bahagia membuatku lupa angka

Dan kuputuskan untuk tak menghitung lagi.

Jan 13, 2014

Kencan (2)

Sudah kubuka kuncinya.
Jangan berdiam di depan pintu saja.
Ketuk, lalu masuk.

Jan 7, 2014

Rindu

Sudah bolehkah?
Sudah beranikah?
Entah

Sebab bila melepas rindu sejalan dengan menggugur daun hingga jatuh,
setidaknya hatiku pun butuh tanahnya biar tak terlalu keras mengaduh.

 

Dec 30, 2013

Pesan Hitam Putih

Kita pernah sama - sama putih.
Lalu menghitam.
Lalu bersua.

Tercurangi lalu terpuruk
dalam waktu yang tak tau batas
adakah waktu memiliki batas?

Kemudian ada titik yang memutihkan hitammu, perlahan
Saat waktu mulai jenuh mempermainkan perasaan.
Sementara aku masih percaya diri dalam kelam, saat kau mulai membangun harapan

Kita pernah sama - sama putih, dulu sekali
Lalu menghitam
Lalu bersua
Kemudian kau perlahan memutih,
sementara aku masih betah menghitam

Waktu berlari
dan sudah terlalu jauh saat kita menyadari

Putihmu yang baru kemudian tumbuh dalam ketakutan, di balik trauma
sementara hitamku konsisten, meski juga di balik trauma

Waktu berlari
kita masih saja terlambat menyadari

Bahwa takdir terlalu pahit untuk pihak yang menepuk sebelah hati

Kita pernah sama - sama putih, dulu sekali
Lalu menghitam
Lalu bersua
Kemudian kau menumbuhkan putihmu dalam ketakutan

Takdir selalu pahit untuk pihak yang menepuk sebelah hati

Beberapa waktu lalu
hitamku menemui pemutihnya, setelah waktu yang cukup lama.
Namun ketakutanmu berujung pedih
Kau seolah akan menghitam lagi

Sebab kita pernah bertemu saat menghitam
Lalu kau menemui putihmu lebih dulu,
memberi aku harapan
bahwa putih akan jua menemuiku, terbukti sekarang

Aku tak ingin kau menghitam lagi, teman.
Kita harus berakhir pada putih yang bahagia.

Meski takdir selalu pahit untuk pihak yang menepuk sebelah hati,
Meski tak pernah ada pilihan bagi kita untuk memihak

Kumohon jangan menghitam lagi, kumohon.

***

Bekasi, 30 Desember 2013 dini hari
saat teman saya sedang patah hati sementara saya pada akhirnya jatuh hati kembali.

Dec 23, 2013

Kencan

Begitu katanya
Sementara aku berusaha untuk mengurangi kebodohan yang biasanya kulakukan
Dalam laku malu - malu

 

Dec 18, 2013

Batas, yang akan selalu ada.

Ada aturan yang menghidupiku duapuluh tahun terakhir -yang kusebut batas-karena sesuai namanya-memang membatasiku-

Pada awalnya aku terganggu, namun tidak lagi.

Aku nyaman dibatasi.

Sebab itu membuatku merasa istimewa.

Meski tak sekali aku kehilangan mereka-yang-ku-anggap-istimewa karena mereka-yang-ku-anggap-istimewa ini tak mampu menembus batasku atau paling tidak, tak sabar berjalan bersamaku dengan batas yang akan selalu ada itu.

***

Setelahnya aku sadar,

akan ada yang-lebih-istimewa dari mereka-yang-pernah-ku-anggap-istimewa yang kelak menikmatiku dengan semua batas yang akan selalu ada.

Aku tidak tau kapan yang-lebih-istimewa ini datang, tapi aku tau Ia pasti datang.
Tuhanku menjaminnya.

***

Desember yang ke 18, saat aku secara tiba - tiba merindukan yang-lebih-istimewa.


Dec 5, 2013

Batas

Ada batas yang seringkali tersembunyi
di balik kesediaan menanti

Yang dicipta waktu
yang dijaga kelu

Sengaja kuabaikan, batas itu

***

Ada batas yang seringkali tersembunyi
di balik kesediaan menanti

Yang begitu nyata
Jelas adanya

Sengaja kuabaikan, batas itu

***

Hai,
apa kabar, kamu?

saved as draft.

Sep 1, 2013

Huruf Berputar



Bila saja huruf depanku berputar
melawan arah jarum jam.

Aku merindukanmu.
Begitu.

Dan bila waktu juga berputar.

Maaf ----

Jul 26, 2013

Pesakitan

copyright picture above. google search


Yang terbuang sayang, sebuah penantian.
Sebuah kerinduan.

Dalam batas - batas letih yang menuan, di ujung - ujung pengharapan.
Dalam celah - celah rindu yang cakap bergaung.
Terbaring jiwa yang pesakitan.

Mencinta Ia sakit
Merindu Ia sakit
Mengharap Ia sakit
Menanti Ia sakit
Mengeluh Ia sakit

Sakit yang pilu,
amat pilu dan memilukan.

Sakit yang menyebar, tak kenal arah.
Sebab tuannya tak peduli arah.

***

Kembali merangkul hujan di ujung akhir kemarau,
yang tak berkesudahan.

Dalam romansa kerisauan yang tak kenal akhir.
Sebab tak pernah ada waktu baginya saling berkenalan
Dengan akhir, yang tak bersahabat dengan awal.

Masih terbaring di sana, pesakitan itu.

Mencinta Ia sakit
Merindu Ia sakit

Bahkan mimpipun baginya menyakitkan

***

Kita bersamaan dengan waktu,
berkenalan dalam awal dan akhir.

Kemudian menjadi pesakitan, Kita.

Yang sakit saat saling mencinta
Yang sakit saat saling merindu
Yang sakit saat saling mengharap
Yang sakit saat saling menanti
Yang sakit saat saling mengeluh

Mencintamu aku sakit, Merinduku kamu sakit

***

Bersamaan dalam perbaringannya yang belum juga berakhir
Tak ada penawar bagi jiwa pesakitan itu

Tidak juga keikhlasan

Sebab mereka - kami - kita yang pesakitan merasa
betapa ikhlasnya untuk menikmati sakit

Mencinta aku sakit, aku ikhlas mencintamu
Merindu kamu sakit, kamu ikhlas merinduku

***

Sebab tak ada pesakitan yang benar - benar sakit dalam sakitnya
Sebab sakit bisa jadi suatu jalan untuk bahagia
Bahagia yang menyembunyikan sakit

Lalu hilang sakitnya.

***

Bekasi, 26 Juli 2013

Sufia.

 
 

Apr 9, 2013

Tenun

Hai, rindu.
Aku rindu.

Seberapa lama lagi kau melangkah?
Seberapa dekat lagi jarakmu?

Aku tak pernah tau

*

Maka biarkan aku menenun rindu malam ini
sebab penantian tanpa rindu adalah basi
seperti perjalananmu yang jauh tak beralas kaki
jatuh lalu mengaduh
atau beberapa pilihan - pilihan lain

kau yang membuat pilihan
juga pilihan untuk menanti
dan merindu

*

Hai, rindu.
Aku rindu.

Seberapa lama lagi kau mencari?
sebab aku selalu di sini.
menanti.

 

Feb 5, 2013

Sang Pemindai Surga

Untukmu Kashva, Sang Pemindai Surga

Apa kabarmu, Kashva?

Terakhir kita bertemu, kau tengah sibuk mencari Xerxes, anak lelaki dari mantan kekasihmu, Astu. Kau tampak begitu lelah baik jiwa dan ragamu, usai perjalanan panjang menuju Yang Terpuji harus terhenti di negeri atap dunia.

Aku begitu mengagumimu, sungguh. Bukan hanya karena kecerdasanmu dalam berbagai hal, ataupun keberanianmu mencari kebenaran. Lebih dari itu. Sosokmu terlalu mendekati sempurna untuk kukagumi. Kesetiaanmu akan cinta membuat kekagumanku semakin besar.

Ialah Astu, wanita beruntung itu. Wanita cerdas nan cantik yang menerima kesetiaanmu. Astu adalah sahabatmu sejak kecil, teman diskusi yang paling hebat di matamu. Namun sayang sekali, sepuluh tahun sudah Ia mengecewakanmu namun Kau masih setia mengenangnya. Sementara Ia sudah berbahagia dengan suami dan anak lelakinya, Xerxes, yang tengah Kau cari.

Kau memutuskan untuk melakukan perjalanan dari Persia menuju tanah tempat tinggal Yang Terpuji, yang namanya tertulis dalam kitab ajaran agamamu. Namun tiada sangka, di tengah perjalanan Kau bertemu Astu bersama suami dan anaknya. Sementara Pasukan yang diperintah Raja Koshrou tengah menyerbumu usai Kau melakukan penyerangan kecil terhadapnya. Astu dan suaminya memintamu untuk melanjutkan perjalanan dengan membawa Xerxes, sementara Ia dan suaminya berusaha menahan pasukan Koshrou. Kemudian sampailah Kau di Tibet hingga karena suatu kecerobohan kau kehilangan Xerxes.

Hai, Kashva.

Kau disebut pemindai surga karena kejeniusanmu dalam berbagai hal seimbang dengan ketaatan terhadap ajaran agamamu. Kau juga penyair luar biasa yang pernah kukenal.

Namun aku khawatir, sebab pikiranmu mungkin terlalu lelah sehingga kau mulai berimajinasi yang berlebihan, setidaknya itu yang diucapkan Mahsya dan Vhakshur, dua orang yang menemani perjalanan panjangmu.

Entahlah, bulan depan akan ada kelanjutan kabar darimu. Aku berharap kau tidak apa - apa. Aku harap kau berkesempatan menemui Yang Terpuji kemudian menceritakannya padaku. Aku juga berharap kau menemukan Xerxes, dan menemukan cintamu.

Dariku, pengagummu yang tinggal sangat jauh dari Persia, tempatmu.

         

 note:
Kashva adalah tokoh fiksi dalam novel MUHAMMAD karangan Tasaro GK. Sudah ada 2 buku yaitu Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan dan Muhammad, Para Pengeja Hujan. Bulan depan buku ketiga akan terbit sebagai lanjutan perjalanan Kashva dan juga perjalanan Rasullullah.

Jan 26, 2013

Surat Ketigabelas - Malam Minggu Pertama

Untukmu, yang senyumnya masih kurindu.

Di tempatmu, gelap sudah menggeser petang sementara senja baru saja datang di tempatku. Malam minggu ini kau tengah larut dalam sibukmu di sana. Bicara tentang malam minggu, ingatkah kamu tentang malam minggu pertama kita?

Bulan Oktober lalu, aku begitu bahagianya sebab kamu menyempatkan diri ke sini, menemuiku. Aku menjemputmu di pintu kedatangan luar negeri bandara internasional Soekarno - Hatta. Dengan wajah lusuh usai kegiatan praktikum di kampusku, aku menjemputmu.

Aku tidak menyangka ternyata jam kedatanganmu dipercepat. Sehingga, tepat lima belas menit aku tiba, rombonganmu datang.

Kamu berdiri di sana.

Dengan kaus abu - abu.

Kemudian bergerak semakin dekat, di depan mataku.

Aku gugup, tentu saja.

Ini kali pertama kita bertemu secara nyata, mata bertemu mata, kemudian hati bertemu hati.

Saat itu, kau berdiri tepat lima jengkal dari tempatku berdiri.

Kau tersenyum.

Sementara aku membatu.

Begitulah pertemuan kita memeluk segala rindu.

Senja itu di hari Kamis, aku seutuhnya merasa memilikimu secara nyata. Sebab selama ini dunia maya terlalu asyik mempermainkan hati. Kemudian kita bertukar janji, untuk bertemu di hari sabtu. Iya, malam minggu pertama kita.

Waktu terasa begitu cepat membawaku ke hari Sabtu, tepat tanggal tiga belas Oktober tahun lalu. Kita bertemu, seperti muda - mudi lainnya. Kita bercengkrama, seperti muda - mudi lainnya. Saat itu mungkin aku terlihat begitu bodoh, karena sungguh, aku benar - benar gugup melewati malam minggu pertama kita. Sementara kamu begitu mahir mencairkan suasana.

Kemudian malam mendekap cerita kita, sesempurna malam menguapkan rindu kita.

Malam minggu ini, di surat ketigabelas, entah mengapa setiap detik di malam minggu tiga belas Oktober lalu begitu nyata di benakku. Sederhana saja, aku merindukanmu.

Hai, Kamu.

Malam minggu tahun lalu adalah malam minggu pertama dan malam minggu terindah, tapi tentu, bukan malam minggu terakhir.

Semoga waktu dengan cepatnya mempertemukan kita di malam minggu kedua, ketiga, dan malam minggu kesekian kalinya pada waktu yang tak ditentukan.

Sekali lagi, aku merindumu.

Dariku, yang malam minggu ini hanya bertemankan rinduku akan senyummu.

                

Jan 25, 2013

Surat Keduabelas - Esok Lusa

Untukmu, yang namanya tengah dieluh-eluhkan ribuan orang malam ini.

Aku hanya melihatmu terbang dengan sayapmu dari kejauhan.

Aku di sini.

Melihatmu dengan luapan rindu yang begitu membuncah ruah.

Malam ini terakhir, usai perjalanan kerjamu yang begitu panjang.

Esok akan ada waktu istirahat untukmu, lelaki yang selalu penuh semangat.

Malam ini, melihatmu lebih banyak tersenyum membuatku bahagia.

Meski terlalu jauh jarak membentang.

Namun senyum itu sama dengan senyum di 13 Oktober tahun lalu.

Senyum yang membuatku membatu di tempatku berdiri kala itu.

Esok lusa kau akan kembali bergelut dalam proyekmu berikutnya.

Esok lusa kau akan kembali dalam kesibukanmu.

Aku harap

Esok lusa senyummu tetap sama

Esok lusa semangatmu tetap sama

Esok lusa, dan esok lusa seterusnya.

Esok lusa, saat waktu mengizinkan mata kita bersua, dan melebur rindu bersama.

Esok lusa.

Dariku, yang malam ini tersenyum bersamamu, dalam dekapan jarak yang mempesona kita.

             


#Sufia

Sorbonne, Seoul, Saudi Arabia, SOON