Nov 30, 2012

move!

Hello, world.

I've just read nasional.is.me by Pandji. Emang rada telat sih baca ini, telat banget malah. Tapi kan lebih baik telat daripada enggak sama sekali. Sebelum baca buku ini saya udah tau lah yaa tulisan Mas Pandji bakal ke arah mana. Dari judulnya aja keliatan banget tujuan Beliau nulis buku ini.
Intermezo aja, saya tau Mas Pandji waktu Beliau masih jadi host di realityshow gitu. Trus tau tau jadi terkenal dari IndonesiaUnite - merdesa - staandupcomedy. Oke, bagaimanapun jalan cerita hidup Beliau, I really adore him, very inspiring maaaan!

---

Which one that you don't like, Indonesia or Indonesian ? 

Saya nggak ngerti kenapa saya nulis kalimat di atas. Tapi I feel that question after read that book. Semacam gini, jadi sebenernya yang lo gak suka tuh negaranya apa orang-orangnya?

Indonesia ya? hmmmm. Saya merasa gak pantes buat ngomentarin macem macem tentang Indonesia. Selama 20 tahun saya hidup, mobilitas saya cuma di pulau Jawa! Oke, saya hapal provinsi di Indonesia, tau danau terbesar di Indonesia, gunung tertinggi, apapun. Informasi tentang Indonesia udah tersebar di mana - mana. Potensi kekayaan alam Indonesia sama banyaknya sama penduduknya. Berita baik dari Negara kita sama banyaknya sama berita koruptor atau urusan politik pemerintahan. Saya tau itu, temen - temen juga tau itu. Tapi kalo ditanya, Indonesia itu apa? Bagaimana? bla bla bla.

Indonesia is my country.

Saya gak pernah merasa menyesal lahir di sini karena memang bukan tipikal saya untuk mengeluhkan hal - hal demikian. Saya percaya, semua tempat yang Tuhan pilih adalah baik. Mungkin perasaan yang lebih tepat adalah minder. Saya merasa Indonesia jauh tertinggal di belakang. Sedih, prihatin. But unable to do something.

Saya gak mungkin ga suka sama Indonesia. Lha wong kata orang tanah kita tanah surga! Biarpun saya cuma liat dari internet - tv - koran, tapi saya tau Indonesia itu indaaaaah. Dan keindahan Indonesia gak cuman Bali doang. Saya baru inget kalo saya pernah ke luar pulau Jawa. Saya ke kepulauan seribu! HA HA HA HA HA HA Yang penting ke luar Jawa kan? Ke pulau Bira. Bukan! Bukan Pramuka! Bukan Tidung! Saya lumayan bangga karena kebanyakan temen - temen saya cuma tau Pramuka sama Tidung. Tapi sebenernya sedih, karena pantai sedemikian indahnya belum diketahui banyak orang. Yaelaah labil banget lu, Pi -_-

Sebelum keliling dunia saya mau keliling Indonesia dulu. Belitong, Lombok, Bunaken, Semeru, Kerinci, Raja ampat. Semoga Tuhan mengizinkan, amin! 

Jadi intinya, I have no reason to hate this beautiful country.

Orang - orangnya? hmmmm. Hanya karena Jakarta itu ibukota, seolah penduduk Jakarta adalah representasi dari penduduk Indonesia. ENGGAKLAH. Di daerah pegunungan, mana ada penduduk yang konsumtif? Makan tinggal manen kebun sendiri, potong ayam sendiri. Di daerah pelosok Indonesia, mana ada penduduk yang kasar? Ada batas yang sangat jelas antara orang tua sama yang lebih muda. Unggah ungguh yang baik. Sopan santun. Tata krama. Saya paham betul semua ras manapun di Indonesia sangat ramah. Kebetulan saya orang Jawa. Kebetulan masih ada hubungan darah sama Hamengkubuwono. Jadi ya begitulah. Setiap saya pulang kampung, semua orang hobi senyum. Ga pandang buluh, ga pandang usia. Sahabat saya orang Batak. Galak? Enggak! Gila iya.

Jadi, saya paham makna dari nila setitik rusak susu sebelanga. Only because of those f*ck politician, so we judge all Indonesian like that.

hmmmm. I like Indonesia and also Indonesian (karna saya juga Indonesian). But.........

---

Indonesia depends on YOU

Recently, negara kita udah jarang yang kerjaannya mengkritik doang. Memang masih ada sebagian kecil, tapi sebagian yang lain sudah mulai bergerak. Sekarang banyak organisasi kepemudaan yang aktif dalam lingkup regional, nasional bahkan internasional. Teman - teman saya banyak yang aktif. Saya? I have a lot of dreams but I'm just staying here like a fool!

Di kampus saya banyak organisasi, BEM dan organisasi lain. Saya gak ikut BEM di kampus. Tapi saya masih terdaftar dalam kepengurusan sebuah organisasi kepemudaan. TAnKMIPA dan Desa Binaan. Tapi saya sok sibuk sehingga sudah sangat jarang join bareng. Begitu. Gerak saya terbatas. Banyak tapinya. ck. 

Kalo baca tulisan bold di atas saya jadi mikir "What have I done for this country?" speechless. 

---

My friend has just visited Thailand for Asean Student Forum. I really envy her. Suatu saat pasti ada giliran saya untuk buat negeri ini bangga. Dan suatu saat itu gak akan pernah ada selama saya belum MOVE! dan ACT!



Sufia.

 

   

Nov 11, 2012

Dear phone


I hope that yesterday sms was not just a kidding. Really.
I hope that one was not just a lyric. Really.
O, boy. Why did you always fool me around?

 

Kabar 2 bulan

Salaaaam. Sudah 2 bulan blog ini tidak diperbaharui. Sudah 2 bulan tidak ada cerita. 2 bulan yang sebenarnya penuh cerita. Tapi malas, malas membuatnya tak ada.

Sebenarnya saya kecewa. Jadi 2 bulan lalu saya melewatkan #30HariLagukuBercerita -__-". Saya cuma buat satu, tidak berkelanjutan. Payah.

Lalu selama 2 bulan blog tidak membawa manfaat, banyak spamnya. ah, kesel. Kesel sama diri sendiri. Ini juga postingan apaaaaaaaaa coba.

Saya ga mau nyalahin semester ini yang luar biasa banget. Engga kok, engga. Soalnya ada yang bilang, dunia kampus baru dimulai pas semester 5. Yakali. Saya kesel sama diri sendiri kenapa makin hari makin ga produktif. Oke, ini curhat -_-

Saya ga ikut organisasi kampus. Cuma kadang ikut kepanitiaan acara kampus, lumayan. Saya udah jarang banget nulis yang bertemakan nasionalisme. Bosen sama berita yang begituuu mulu. Mau kontribusi, tapi ngerasa belum bisa. << Semoga orang kaya gini cuma 1 di dunia ini. Aduh pokonya buruan lulus keeeek, Pi. Abis lulus trus cari beasiswa ke luar negeri trus mau ngajar di pedaleman. Mau ngajar di mana mana

Sumpah ini random banget. Saya masih suka K-Pop, soalnya musik Indonesia masih ada boyband - girlband yang ngga banget sih -_-.

Saya masih suka nonton drama korea. Lumayan pelepas penat abis ngerjain + dikerjain laporan praktikum. 

Saya masih single. Tapi udah ga galau mantan. Hai mantan! Apa kabar? -___-

Udahan ya. Lagi ngerjain laporan nih HAHA. Bye, love you!




 

Sep 2, 2012

Nyanyian Seribu Tahun




Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave?
How can I love when I’m afraid to fall?
Pagi masih teralu buta untuk sekedar menyaksikan langit yang belum juga menjingga. Pagi masih terlalu dini untuk sekedar mengeluh kesah. Tapi pagi tidak pernah menolak untuk menjadi waktu paling nyaman bagi jiwa – jiwa rapuh yang ingin menangis, mencurahkan segala bentuk kepedihan juga sedikit rupa kehampaan.

Aku masih terkukung bayang masa lalu. Satu – dua kali masih dihantui kenangan. Sewaktu dua waktu masih mengharapkan Ia kembali. Ah, lucu sekali. Betapa kepayahanku ini begitu lucunya hingga kecoa di sudut jalan saja tersedak dari sarapannya.

Bukan satu – dua bulan aku berusaha untuk melupa. Tapi waktu sudah terhitung dalam skala tahun. Ini sudah tahun ke berapa aku malas menghitungnya. Sebab itu sama saja aku akan mengetahui seberapa parah rasa sakit yang aku alami.

Sekalipun kini mentari sudah berpejar di timur, tapi langkahku masih juga payah. Mungkin tersenyum aku masih bisa, sedikit. Mungkin tertawa pun masih bisa, biar pun terlihat palsu. Tapi sembuh dari kepayahan? Atau sekedar bangkit dari kelemahan? Entah.

Ketakutan yang timbul dari kesepian yang terlalu lama, begitulah. Sesekali aku pernah berpikir, bisakah aku membuka hati kembali? Bukan masalah waktu, tetapi bisakah? Apa aku bisa? Pertanyaan itu cukup mengganggu.

**
But watching you stand alone
All of my doubt
suddenly goes away somehow
Malam selalu tiba lebih cepat dari hari ke hari. Seolah matahari ingin bergegas istirahat. Namun malam berlalu demikian panjang dirasa oleh sekumpulan hati yang bernanung dalam sunyi. Seperti aku, misalnya.

Kesepian terkadang membuatmu menjadi sosok yang lebih religius. Lucukah? Tidak. Aku merasa ingin sekali bertemu Tuhan. Bercerita banyak hal yang membuat hati risau. Hei, bukankah ibadah satu - satunya cara manusia bertemu Tuhannya.

Kadang aku bertanya pada hatiku dan mungkin juga pertanyaan - pertanyaan ini terucapkan di tiap doa. Apakah mungkin di belahan bumi yang lain ada juga hati yang tengah trauma asmara tapi ingin kembali mencinta? Adakah hati yang juga tengah berusaha memecah kesunyian? Tetiba, iya dengan waktu yang tetiba tiap kali pertanyaan ini melintas, begitu saja, aku merindukan sosok ini. Tanpa keraguan sedikitpun. Sosok kekasih sejati, yang tengah terjebak kesepian dan menantikan pertemuan.

**
One step closer 
Tuhan yang tau kepada siapa cinta akan kuberikan secara utuh. Tuhan yang dengan rahasia sudah menyimpannya rapat - rapat dan mempertemukan kami di waktu yang tepat.

**
I have died everyday waiting for you
Darling, don't be afraid I've loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more
Kelak bila waktunya tiba, entah itu di teduhnya fajar atau di tengah romansa senja, aku berani bersumpah tidak hanya hatiku yang bergemuruh gaduh tapi sekujur tubuh ini jelas luluh. Entah hanya bertukar pandang ataupun berbalas senyuman. Pasti aku gemetar.

Kemudian janji terucap tak hanya sekedar janji yang cepat basi. Tapi janji dengan seluruh tubuh menjadi saksi. 

**
Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
what's standing in front of me
Every breath, Every hour has come to this
Indah nian malam memagut mimpi. Baru membayangkan saja aku sudah senyum - senyum sendiri. Begitulah malam menumbuhkan keberanian hanya lewat setitik mimpi. Mimpi yang selalu Tuhan berikan tiap kali aku berkeluh kesah, tiap doa - doaku naik ke atas langit. Sedikit banyak berhasil menenangkan hati, meski belum menghilangkan sepi.

**
And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more
Selalu seperti itu aku melewati malam yang panjang. Dengan keluh kesah, dengan doa - doa, dan mimpi indah. Yang kemudian memupuk keberanian untuk mencinta, meski terkadang satu - dua kenangan merusak segalanya. Tetapi kepercayaan akan hadirnya kekasih hati sejati memberi keindahan tersendiri.

Setidaknya, aku percaya kesepian ini memiliki akhir, kelak.

**


Sufia.

Thanks to Christina Perri who has brought this song perfectly. and also thanks to JungSungha who has rearrangement this one. Nice! :)

#30HariLagukuBercerita 


 

#Sufia

Sorbonne, Seoul, Saudi Arabia, SOON