Malam, pemirsa !
Saya sedang tidak dalam kondisi hati dan pikiran yang baik. Kebetulan yang mau saya ceritakan malam ini juga ada kaitannya tentang hal tersebut.
Tapi tenang, saya yang sekarang sedikit berbeda dengan saya ketika awal mula blog ini lahir. Dulu, saya sulit sekali mengontrol emosi di dunia maya. Kesel sedikit berkoar - koar di jejaring sosial, misuh sana - sini. Kalo sekarang, saya cukup berbagi hikmah yang saya dapat dari serangkaian masalah - masalah tersebut.
***
Naif - terlalu naif
Saya punya kekurangan, semua orang punya kekurangan. Saya sadar bahwasanya kekurangan saya lebih banyak dari kelebihan saya jikalau memang ada. Satu dari sekian banyak kekurangan saya adalah saya yang terlalu naif.
Saya selalu menganggap bahwa tidak ada orang jahat di dunia ini, dan saya selalu percaya bila semua orang pada dasarnya baik. sangat naif, bukan?
Kemudian ketika nyatanya sekelompok orang yang saya anggap baik ini melukai hati saya, jatuhlah saya.
Positif - selalu positif
Kelemahan saya yang satu ini sebenarnya bukan kelemahan jikalau masih dalam batas kewajaran. Hanya saja, saya memang lebih dan berlebihan.
Ada hubungannya dengan kenaifan saya yang luar biasa, saya selalu berpikir sisi baik dari setiap hal yang membuat saya sakit hati atau terluka atau sakit jiwa. Misalnya, ketika saya dibohongi, saya anggap bahwa mungkin saja orang yang membohongi saya itu tidak secara sengaja melakukannya. Mungkin sifat ini baik, seharusnya.
Menjadi agak sedikit tidak baik ketika saya selalu menilai positif orang lain tapi menilai negatif diri sendiri. Dalam hal ini berarti saya selalu menganggap diri saya salah, meski secara nalar dan logika tidak demikian.
Relativitas baik dan jahat
Manusia tidak mungkin hidup sendiri, itu mutlak. Tetapi dengan siapa ia hidup dan atau melalui kehidupannya barulah tidak mutlak. Kemudian kita mengenal ada orang baik, ada orang jahat. Saya yang sedikit terlambat dalam memahami baik - jahat nya orang lain dikarenakan sifat naif - positif saya tadi, masih saja sedikit canggung dengan baik - jahat seseorang.
Lalu saya berpikir bahwa baik - jahat itu relatif. Seseorang dikatakan baik oleh suatu kelompok ketika mereka memiliki kesamaan visi dalam menanggapi sebuah problema. Sebaliknya, orang - orang yang kontra akan dikatakan jahat.
Contoh, seorang pencuri jelas dikatakan jahat oleh korban, tapi keadaannya menjadi berubah ketika ternyata pencuri ini adalah lelaki paruh baya yang memliki anak asuh sangat banyak dengan keadaan ekonomi yang sulit. Ketika sang pencuri pulang ke rumah membawa rezeki berupa makanan yang cukup untuk makan seluruh anggota keluarga, maka tentu pencuri ini adalah malaikat bagi anak - anak malang tersebut.
Ini contohnya keribetan haha tapi saya bingung nyari contoh haha -__-"
Selanjutnya timbul pertanyaan besar " Saya ini baik atau tidak ? "
Ini yang mengganjal. Karena ada satu dan lain hal saya sedang terjebak dalam suatu keadaan dimana seolah saya bersalah, padahal angin pun tau saya tidak salah. ngek!
Entahlah, saya bukan tipikal orang yang hobi mengoleksi musuh atau sejenisnya. Tapi kalau ada satu - dua orang yang menilai saya kurang baik ya silahkan. toh pada akhirnya, hati kita bisa menilai mana yang baik dan mana yang tidak.
Salam, S.

No comments:
Post a Comment