Ada aturan yang menghidupiku duapuluh tahun terakhir -yang kusebut batas-karena sesuai namanya-memang membatasiku-
Pada awalnya aku terganggu, namun tidak lagi.
Aku nyaman dibatasi.
Sebab itu membuatku merasa istimewa.
Meski tak sekali aku kehilangan mereka-yang-ku-anggap-istimewa karena mereka-yang-ku-anggap-istimewa ini tak mampu menembus batasku atau paling tidak, tak sabar berjalan bersamaku dengan batas yang akan selalu ada itu.
***
Setelahnya aku sadar,
akan ada yang-lebih-istimewa dari mereka-yang-pernah-ku-anggap-istimewa yang kelak menikmatiku dengan semua batas yang akan selalu ada.
Aku tidak tau kapan yang-lebih-istimewa ini datang, tapi aku tau Ia pasti datang.
Tuhanku menjaminnya.
***
Desember yang ke 18, saat aku secara tiba - tiba merindukan yang-lebih-istimewa.
Pada awalnya aku terganggu, namun tidak lagi.
Aku nyaman dibatasi.
Sebab itu membuatku merasa istimewa.
Meski tak sekali aku kehilangan mereka-yang-ku-anggap-istimewa karena mereka-yang-ku-anggap-istimewa ini tak mampu menembus batasku atau paling tidak, tak sabar berjalan bersamaku dengan batas yang akan selalu ada itu.
***
Setelahnya aku sadar,
akan ada yang-lebih-istimewa dari mereka-yang-pernah-ku-anggap-istimewa yang kelak menikmatiku dengan semua batas yang akan selalu ada.
Aku tidak tau kapan yang-lebih-istimewa ini datang, tapi aku tau Ia pasti datang.
Tuhanku menjaminnya.
***
Desember yang ke 18, saat aku secara tiba - tiba merindukan yang-lebih-istimewa.
No comments:
Post a Comment