Aug 11, 2014

Kebahagiaan

Before, I had some questions that hardly be answered. Such as, Are you happy? Have you been happy? What kind of happiness you have? It took several minutes to answer and the answer was just ..hmm, I think so or Yeah but not too much.

Itu dulu.

***

Saya rajin bertanya dan mencari tahu apa yang tidak saya tahu kemana saja, kepada siapa saja. Ive said this before hahaha. Kadang, pertanyaan-pertanyaan yang tidak saya ketahui jawabannya sebenarnya sangat sederhana. Ya termasuk tentang kebahagiaan. Kalau saya bertanya kepada diri sendiri "Sejauh ini hidup lo bahagia nggak, sih?" ya saya dengan santai bisa saja langsung menjawab "Ya.... bahagia bahagia aja, sih,". Frase 'bahagia bahagia aja' itu menunjukkan kebingungan pribadi "eh? iya nggak, ya?" "bahagia yang kayak gimana dulu, nih?" "Emang bahagia ada berapa jenis, sih?"

***

Happiness is the meaning and the purpose of life, the whole aim and end of human existence - Aristotle

Saya setuju awalnya sama Pak Aristoteles, kita bahagia ketika target hidup atau tujuan atau cita-cita atau sejenisnya itu kesampaian. Nah, yang jadi masalah, target/tujuan/cita-cita tiap orang kan beda-beda, begitu juga kemampuan untuk mencapainya, yang berdampak pada periode tercapainya kebahagian tersebut (apa sih, Lys). Gitu kan, ya?

Kasian aja gitu kalo yang impiannya tinggi, belum bisa bahagia kalau belum tercapai si impian.

***

Cukup mensyukuri apa yang ada, dan kamu akan selalu bahagia

Tadi siang ada yang kirim itu. And I feel those words fill the hole of emptiness in my mind /halah/ hahahahaha. Kuncinya: bersyukur. Bersyukur. Bersyukur. Bersyukur. (( mantra ))

***

Saya bersyukur masih bisa membuka mata tadi pagi, saya bahagia.
Saya bersyukur masih bisa makan bersama keluarga saya, saya bahagia.
...
...
...


Saya bersyukur mengenal kamu, saya sangat bahagia.

Salam,
S.


No comments:

Post a Comment

#Sufia

Sorbonne, Seoul, Saudi Arabia, SOON