Jan 31, 2015

Untuk Guru Kami Tersayang

Untuk yang kami sayangi,
Ibu Apriliana.

Apa kabar, Bu?
Semoga Ibu tengah istirahat dengan tenang.

Saya adalah salah satu mahasiswi bimbingan skripsi Ibu, bila Ibu agak lupa. Saya percaya Ibu tidak akan lupa.

Saya ingat, pertama kali bertemu Ibu saat masa orientasi kampus. Ibu masih menjabat sebagai pembantu dekan di fakultas. Yang paling saya ingat adalah ketika di akhir semester 1, saya dan Michael, teman saya, menemui Ibu di ruangan Ibu. Kami, yang masih mahasiswa baru itu, menemui Ibu untuk minta pindah jurusan. Padahal Ibu adalah salah satu dosen di jurusan Kami. Ibu tentu saja bilang tidak bisa waktu itu. Akhirnya saya mengurungkan niat untuk pindah, sementara Michael tetap memutuskan untuk ikut seleksi masuk ulang demi pindah jurusan.

Ibu yang selalu saya dan teman-teman kagumi,
keputusan saya untuk tidak pindah jurusan membuat kita menjadi sering bertemu 4,5 tahun ini. Ibu adalah salah satu dosen favorit saya. Ibu adalah role model bagi saya dan teman-teman. Kami belajar ketekunan, kerja keras, disiplin dan tanggung jawab dari Ibu. Karena saya begitu mengidolakan Ibu, di akhir semester 7, saya ke ruangan Ibu lagi, bukan untuk pindah jurusan, tetapi ingin meminta Ibu berkenan  menjadi dosen pembimbing skripsi saya. Waktu itu adalah akhir masa jabatan Ibu sebagai pembantu dekan. Ibu menerima saya dan 7 orang teman saya yang lain.

Ibu yang selalu saya dan teman-teman sayangi,
dalam perjalanan kami menyusun skripsi, Ibu tidak pernah lelah untuk membimbing dan memotivasi kami. Kami mohon maaf, Bu, karena ketidakpekaan dan keegoisan kami. Kami tidak tahu bila Ibu menderita sakit keras karena Ibu selalu terlihat semangat. Kami tidak tahu bila Ibu letih, karena kami hanya memikirkan keletihan kami sendiri. Maaf, Bu. Bahkan sampai di akhir kita bertemu waktu di rumah sakit, Ibu masih memikirkan kami.

Bu, kami sudah lulus. Tentu saja dengan bantuan Ibu.

Meski Ibu tidak hadir di ruangan sidang kami, semangat, nasihat dan bimbingan Ibu menyala-nyala di hati kami. InsyAllah doa kami selalu untuk Ibu.

Bu, masih ada satu teman kami belum lulus semester ini, insyAllah semester depan. Semoga Ibu tenang dalam peristirahatan Ibu. Kami percaya, dedikasi Ibu untuk kami, jurusan dan universitas terhitung sebagai perbuatan amal baik bagi Ibu.

Terimakasih dan maaf. InsyAllah doa kami turut menemani Ibu.

Salam sayang,


Mahasiswa Ibu.

1 comment:

  1. Baru mampir udah suka sama tulisannya :)

    www.fikrimaulanaa.com

    ReplyDelete

#Sufia

Sorbonne, Seoul, Saudi Arabia, SOON