Mar 4, 2014

Adrenalin

Jangan tersenyum.

Adrenalku hilang kendali,
hormonnya jadi lebih banyak diproduksi.



Feb 3, 2014

Yang Aku Rindu (3)

Untuk yang aku rindu,
yang datangnya dalam enam bulan hanya sewaktu,
liburanku.

Hai, liburanku.

Mengapa kau tak pernah datang tepat waktu? Apa karena enam bulan sebelum kau datang, aku selalu asyik menyia - nyiakan waktu? Kalau itu sebabnya, aku mohon maaf. Tapi sungguh, untuk yang kali ini aku sangat mengharapkan kehadiranmu. Enam bulan berlalu dengan banyak energi dan emosi yang hanyut terbawa. Enam bulan berlalu dengan napasku yang agak terengah - engah dalam terseok - seoknya langkah. Enam bulan yang mengajariku jangan terlalu bergantung pada hari esok selagi kau bisa selesaikan urusanmu hari ini. Enam bulan yang membuatku makin merindukanmu, sungguh.

Liburanku, yang aku tunggu.

Ingatkah kau beberapa kenangan kita di tahun - tahun silam? Sejak aku kecil, aku sudah mengenalmu dan boleh saja dibilang, aku tumbuh dewasa bersamamu. Dengan tempat wisata yang kukunjungi bersamamu, dengan buku cerita dan komik yang kuhabiskan bersamamu, dan saat aku kuliah, kunikmati kehadiranmu dengan drama-marathon yang mengasyikkan. Kita hanya bertemu beberapa kali dalam setahun, tapi aku selalu menikmati kebersamaanku denganmu. Selalu.

Liburanku, yang aku rindu.

Kehadiranmu kali ini bukan hanya tak tepat waktu -karena kau telat seminggu- tapi juga tak kusadari. Iya, aku tak menyadarimu. Kewajibanku sebagai mahasiswi tingkat akhir menyita lumayan banyak waktu kebersamaan kita. Sesekali kau hadir diam - diam di sela - sela kewajibanku itu. Tapi tetap saja, aku tak bisa menikmatimu secara utuh. Dan kehadiranmu kali ini berlalu begitu saja. Seperti alur drama melankolis, kau berlalu bahkan sebelum aku sepenuhnya menyadari kau ada. Tiba - tiba saja hari ini sudah senin, aku sudah harus menemui catatan kuliah dan revisi, dan itu berarti aku harus melepas kepergianmu. Tentu saja, kulepas kau dengan berat hati.

Liburanku, yang kutunggu dan kurindu.

Enam bulan dari sekarang akan jauh lebih berat dari enam bulan lalu. Berbekal pertemuan kita yang singkat kemarin, aku akan berusaha menyelesaikan segala urusan enam bulan ini dengan baik dan sepenuh hati. Doakan aku, ya. Enam bulan yang akan datang, kubuat kau hadir tepat waktu dan singgah lebih lama. Enam bulan yang akan datang, kunikmati kau sesempurna yang aku bisa. Semoga bahagia menyelimuti kita.

Dariku,
yang senantiasa menantimu,


S.



Feb 2, 2014

Kencan (...)

Sebab bahagia membuatku lupa angka

Dan kuputuskan untuk tak menghitung lagi.

Yang Aku Rindu (2)

Untuk yang aku rindu,
perempuan batak bermuka sinis berhati manis,
Golda.

Hai, Gol.
Pernah dapet surat cinta virtual, ngga? Kalo belom, here I give you the very first one.

Masih inget gak sih pertama kali kita ketemu? Iya! Di kelas 7.2, hampir sepuluh tahun lalu. Kursi lo di depan meja gue waktu itu (walau selanjutnya kita semeja). Dan kayak kebanyakan anak yang baru masuk SMP, kita nggak lebih dari dua bocah berseragam putih - biru -yang masih bau toko- yang kikuk satu sama lain. Dan gue, terutama, untuk pertama kalinya denger nama seunik nama lo. Golda. hmm? Gold? Emas? Mungkin orang tuanya punya toko emas, pikir gue waktu itu. Tapi saat itu gue nggak peduli banget sama keingintahuan gue akan sejarah nama lo, karena yang menarik buat gue waktu itu adalah lo cukup ramah untuk ukuran perempuan berwajah sejutek itu. sorry to say, tapi emang tadinya kupikir kamu jutek, nak. ternyata enggak, gak banget.

Golda, temanku.

Pertemanan kita mungkin agak aneh awalnya. Lo yang penyayang binatang nomer satu ketemu gue yang takut binatang. Lo yang keturunan Batak ketemu gue yang keturunan Jawa. Tapi kita sama - sama suka ketawa dan ngetawain orang. Juga, kita sama - sama suka baca. Dan, yaa. Untuk ukuran anak kelas 1 SMP, agak aneh kita sukanya baca buku Torey Haden sama Dave Pelzer saat temen - temen kita lagi kegandrungan teenlit.  Dan lagi, bahkan handphone kita sama! Nokia 3650. Bahkan sempet tukeran HP semalem.

Walau kita cuma sekelas waktu kelas 1, tapi hubungan kita tetep langgeng walau harus melalui long distance classroom gitu. ((Tahan, jangan muntah sekarang ya, Gold.)) Kita punya geng, berempat, sama Micin dan Keke. Dan buku curhatan kita berempat, About Us, yang ada 2 edisi -satu di elo dan satu di gue- masih suka gue baca sampe sekarang. Menyenangkan ya melewatkan pubertas dan sedikit ke-alay-an bareng lo. Hahaha

Golda, yang aku rindu.

As a friend, lo selalu ada saat waktu yang tepat. Kita belajar buat ujian SMP bareng daaaaaaan kita masuk SMA yang sama. Bahagia deh waktu itu. Seriously. Dan walaupun selama 3 tahun kita cuma sekelas waktu kelas 3, ngerumpi bareng mah tetep, walau gak sesering lo sama temen kelas lo atau gue sama temen kelas gue. Curhat mah tetep. Apalagi sih kalo bukan pacar :)))

Gue inget banget, saat gue lagi galau - galau nya milih jurusan universitas, saat gue obsesi sama STAN dan matematika, saat orang di sekitar gak begitu peduli atau setengah peduli dengan dukung gue di matematika, elo yang pertama atau malah satu - satunya yang bilang "gue rasa lo cocoknya jadi guru biologi, Pi,"

And here I am, setelah gagal masuk STAN dan matematika, sekarang di tingkat akhir pendidikan biologi, gak lama lagi beneran jadi guru biologi.

Golda, temanku yang aku rindu.

Makasih ya, buat kue bolu yang lo bawa ke rumah gue pertama kalinya walau sampe nyasar - nyasar. ((itu bikinan lo apa Nyokap lo, ya?)) 
Makasih ya, buat pinjeman buku Dave Pelzer punya tante lo. (akhirnya gue beli buku ke-3 kok. Beli, bukan minjem)
Makasih ya, lo ada saat gue lagi hancur - hancurnya karena cinta (HUAHAHAHAHAHAHA)
Makasih ya, makasih.

Dan maaf, karena gue gak se -fleksibel temen - temen lo yang lain untuk urusan hang out.
Maaf, karena gue gak dateng ke pesta ulang tahun lo ke -17
Maaf, karena gue juga gak pernah kasih saran yang dewasa buat hubungan percintaan lo
Maaf, karena kita jarang ketemu tiap lo lagi di Bekasi.
Maaf, karena postingan ini mungkin bikin lo mual.

Sukses terus kuliah hukumnya, karena lo pasti jadi praktisi hukum kebanggaan gue apapun profesi yang lo pilih kelak. Langgeng terus sama Mas lo -yang gue belom pernah ketemu itu-. 

Dan yaaaa, kita harus ketemu sebelum lo balik merantau lagi.

Peluk ciyum penuh keromantisan dari gue,

Upi.



Yang Aku Rindu (1)

Untuk yang aku rindu,
segenap kakak - kakak kru Pos Cinta yang bertugas.

Makasih untuk tetap konsisten mengadakan event ini. Salam kenal buat Pak Pos ku tahun ini, Kak @omemdisini

Tahun kemaren diriku payah karena pupus di hari ke-13. Semoga tahun ini enggak. Walau harus diawali dengan telat posting di hari pertama -____-*

S E M A N G A T

Salam perangko,

@upisufia


#Sufia

Sorbonne, Seoul, Saudi Arabia, SOON