Jun 27, 2015

Welcoming New Kids

Salaaam.
Ya ampun nggak terasa yah sebentar lagi libur kenaikan kelas selesaaaaai. (loh?)
Kalau sebagian besar sekolah baru menyerahkan lembar hasil belajar (rapor) hari ini, sekolah tempat saya mengajar sudah melakukannya tanggal 12 Juni lalu, dan tahun ajaran baru akan dimulai sebentar lagi yaitu tanggal 1 Juli. Hwaaaaaaaaah I'm half excited half lazy :D

Tahun ajaran baru berarti ................................ MURID - MURID BARUUUUUUUUU

Tahun ajaran kemarin saya kedapatan menjadi wali kelas 1 SD, entah untuk tahun ajaran baru kali ini. Saya sih penginnya tetep aja di kelas 1 SD. hehehe

Sudah ya.
Anyway selamat berpuasa! :))

Salam,

S.



Apr 4, 2015

232 of 386

Allah menakdirkan rasa manis dengan asin, kesedihan dengan kegembiraan, kesulitan dengan kemudahan dan menaruhnya ke dalam beban hati, terus menerus, dan berurutan, Anak Mudaku. Takdir dan keberuntungan terus berurutan, menunggu untuk mendatangi kita. Sebab, di sini adalah dunia. Kita tidak akan pernah tersenyum sebelum kita menangis, dan menangis sebelum kita tersenyum.
 
 
- Berenis (Khadijah, a novel by Sibel Eraslan)

Feb 22, 2015

Yang aku ingat

Yang aku ingat dari turunnya hujan adalah
aroma tanah yang mengharum saat basah mulai menerpa
derap langkah yang susul-menyusul mencari peneduh
jemari yang mencari genggaman sambil kaki terus berlari

***

Yang aku ingat dari terbitnya fajar adalah
kesibukan yang muncul dari mulut yang menguap lebar
roti yang terjepit lidah menanti susu yang masih di tangan
asap kendaraan yang malu-malu berteman dengan kabut

***

Yang aku ingat dari datangnya senja adalah
letih yang menyatu dengan polusi
rindu yang terlampiaskan ataupun tidak
jingga yang menghitam pelan-pelan

***

Ada kamu dalam tiap hujan yang aku temui
(dan selalu aku ingat)

Ada kamu dalam tiap fajar yang aku datangi
(dan selalu aku ingat)

Ada kamu dalam tiap senja yang aku lalui
(dan selalu aku ingat)

***

S.
 

Feb 14, 2015

Tersenyum dan Berbahagialah!

Untuk yang hatinya tengah membadai,
tersenyumlah.

Hai.
Sebelumnya kuucapkan selamat mengulang tanggal lahirmu yang ke 23 kalinya, meski agak terlambat. Semoga keberkahan selalu mampu engkau petik dalam tiap langkah kehidupan, walau sulit.

Hai.
Perasaan manusia adalah keabstrakan yang paling menyulitkan. Tak tampak wujudnya, namun begitu nyata akibatnya. Tuhan yang menciptakan, untuk mengistimewakan kita. Lantas bersyukurlah.

Hai.
Tuhan menyimpan alasan dibalik setiap takdir yang ditulisNya. Alasan itu terkunci rapat. Hanya dalam keadaan tertentu seorang hamba mampu menafsirkannya. Salah satunya adalah pertemuan dan perpisahan.

Hai.
Mungkin aku tak terlalu mampu menyelam dalam badai hatimu, karena kelemahanku. Yang aku tahu, kau adalah lelaki baik. Jadi percayalah, Tuhan menyiapkan perempuan baik untukmu. Percayalah, ada saatnya kau dipertemukan dengannya. Teguhkan hatimu untuk selalu percaya. Setidaknya kepercayaan akan membuat badaimu sedikit mereda.

Hai.
Minta tolonglah dalam sabar dan shalat. Itu perintah Tuhan. Yang pertama adalah sabar, lalu jangan pernah meninggalkan sholat. Pasrahkan segalanya kepada Tuhan dengan dua cara itu. Kupercaya yang lebih baik akan menjadi hadiah kelak.

 Temanku,
berbahagialah.
Lakukan yang terbaik untuk hidupmu.

Temanmu yang juga selalu berusaha untuk bahagia,

S.

Feb 6, 2015

Anak baik

"Aku mau jadi anak baik, biar bisa buat Bu Ellys masuk surga,"

***

Hai.
Mengajar anak-anak memang banyak kejutannya. Setiap hari selalu ada cerita, yang lucu ataupun menyebalkan, yang sedih ataupun membahagiakan. Celoteh, tawa, tangis sudah jadi makanan sehari-hari. Anak-anak berumur 6-7 tahun ini mengajarkan saya banyak hal.

Kejadiannya kemarin. Saya kebetulan mengajar sendiri karena partner saya sedang menjadi penguji tes masuk. Mengelola kelas sendiri (apalagi kelas 1 SD) membutuhkan energi yang besar. Tidak boleh emosi, tidak boleh berteriak.

Hari itu saya mengajar pengurangan dengan cara meminjam. Ada 7 orang yang kesulitan dalam memahami. Alhasil saya harus menukar posisi duduk mereka menjadi baris paling depan. Saya tukar dengan anak-anak yang sudah lebih paham. Salah satu diantara yang lebih paham itu adalah Adelia.

Adelia adalah anak yang kemampuan kognitifnya di atas rata-rata. Kemampuan psikomotor dan sosialnya juga tinggi. Dia sudah lebih nalar dibandingkan dengan anak yang lain. Mungkin karena dia adalah anak yang kedua orangtuanya bekerja, sehingga lebih mandiri. Emosinya saja yang belum terkontrol jadi dia suka menegur temannya dengan nada suara yang tinggi, sampai temannya menangis.

Setelah saya pindahkan Ia ke belakang, Ia mengobrol dan mengganggu konsentrasi kelas. Saya tegur dengan memberikan Ia pengertian dan lumayan berhasil walau sesekali masih mengobrol.

Setelah pelajaran usai dan kelas sedang persiapan untuk makan siang, Adelia sudah kembali ke posisi duduknya semula. Ia menyeletuk, "Bu Ellys, aku mau jadi anak baik, biar bisa buat Bu Ellys masuk surga,". Saya tentu saja terkejut mendengar kata-kata itu keluar dari mulut anak kelas 1 SD. Ia berkata lagi "Iya kan kalo aku baik trus masuk surga, nanti ditanya siapa ibunya siapa ayahnya siapa gurunya,".

Saya tahu Adelia pasti baru mendengar kata-kata itu dari orang yang lebih tua, mungkin orangtuanya atau guru mengajinya di rumah. Tapi celoteh yang sederhana itu menyentil hati saya.

Apakah saya sudah cukup baik untuk bisa membuat kedua orangtua saya dan seluruh guru yang pernah mengajar saya masuk surga kelak?

Semoga.

***

Mungkin pekerjaan saya secara formal tertulis 'pengajar' tapi sungguh sebenarnya saya yang terus-menerus belajar banyak dari anak-anak ini. Alhamdulillah.

Tabik,

S.


Jan 31, 2015

Untuk Guru Kami Tersayang

Untuk yang kami sayangi,
Ibu Apriliana.

Apa kabar, Bu?
Semoga Ibu tengah istirahat dengan tenang.

Saya adalah salah satu mahasiswi bimbingan skripsi Ibu, bila Ibu agak lupa. Saya percaya Ibu tidak akan lupa.

Saya ingat, pertama kali bertemu Ibu saat masa orientasi kampus. Ibu masih menjabat sebagai pembantu dekan di fakultas. Yang paling saya ingat adalah ketika di akhir semester 1, saya dan Michael, teman saya, menemui Ibu di ruangan Ibu. Kami, yang masih mahasiswa baru itu, menemui Ibu untuk minta pindah jurusan. Padahal Ibu adalah salah satu dosen di jurusan Kami. Ibu tentu saja bilang tidak bisa waktu itu. Akhirnya saya mengurungkan niat untuk pindah, sementara Michael tetap memutuskan untuk ikut seleksi masuk ulang demi pindah jurusan.

Ibu yang selalu saya dan teman-teman kagumi,
keputusan saya untuk tidak pindah jurusan membuat kita menjadi sering bertemu 4,5 tahun ini. Ibu adalah salah satu dosen favorit saya. Ibu adalah role model bagi saya dan teman-teman. Kami belajar ketekunan, kerja keras, disiplin dan tanggung jawab dari Ibu. Karena saya begitu mengidolakan Ibu, di akhir semester 7, saya ke ruangan Ibu lagi, bukan untuk pindah jurusan, tetapi ingin meminta Ibu berkenan  menjadi dosen pembimbing skripsi saya. Waktu itu adalah akhir masa jabatan Ibu sebagai pembantu dekan. Ibu menerima saya dan 7 orang teman saya yang lain.

Ibu yang selalu saya dan teman-teman sayangi,
dalam perjalanan kami menyusun skripsi, Ibu tidak pernah lelah untuk membimbing dan memotivasi kami. Kami mohon maaf, Bu, karena ketidakpekaan dan keegoisan kami. Kami tidak tahu bila Ibu menderita sakit keras karena Ibu selalu terlihat semangat. Kami tidak tahu bila Ibu letih, karena kami hanya memikirkan keletihan kami sendiri. Maaf, Bu. Bahkan sampai di akhir kita bertemu waktu di rumah sakit, Ibu masih memikirkan kami.

Bu, kami sudah lulus. Tentu saja dengan bantuan Ibu.

Meski Ibu tidak hadir di ruangan sidang kami, semangat, nasihat dan bimbingan Ibu menyala-nyala di hati kami. InsyAllah doa kami selalu untuk Ibu.

Bu, masih ada satu teman kami belum lulus semester ini, insyAllah semester depan. Semoga Ibu tenang dalam peristirahatan Ibu. Kami percaya, dedikasi Ibu untuk kami, jurusan dan universitas terhitung sebagai perbuatan amal baik bagi Ibu.

Terimakasih dan maaf. InsyAllah doa kami turut menemani Ibu.

Salam sayang,


Mahasiswa Ibu.

Dec 21, 2014

Sebuah Doa

Saya sedang membaca buku "Lapis-Lapis Keberkahan" karya Ust. Salim A. Fillah dan terenyuh dalam tiap kalimat yang saya baca di buku beliau ini. Saya berhenti di halaman 48 dan menemukan doa indah. Doa yang Ust. Salim tulis dengan penuh kerendahan hati seorang hamba. Doa yang terpanjat dengan penuh adab. Beginilah seharusnya saya berdoa sebagai hamba, pikir saya. Saya tulis doa tersebut di bawah ini, semoga bermanfaat. :)

***

ya Allah,
susurkan dan susulkan kami di jalan mereka yang Kaulimpahi cinta; dalam sempit maupun lapangnya, senyum dan juga lukanya.
maka, ya Allah, walau tak Kaukayakan kami seberlimpah Sulaiman; karuniai kami syukur dan tawadhu'nya, yang hormati semut serta burung hud-hud.

ya Allah,
walau tak Kauberi kami daya raga dan keajaiban seperkasa Musa, curahi kami keberanian dan keteguhannya memimpin kaum yang sering membuat kecewa.
maka, ya Allah, walau usia tak sepanjang Nuh mulia, tegarkan kami dengan kegigihan da'wah dan tekad bajanya untuk terus menyampaikna kebenaran dalam aneka cara.

ya Allah,
walau paras tak setampan Yusuf rupawan, kuatkan diri kami menahan semua goda dan derita, tajamkan nuraninya hingga mampu membaikkan negeri.
maka, ya Allah,
walau keajaiban tak selalu menyertai perjalanan, penuhi hati kami dengan kasih mesra seperti 'Isa, hingga tunduklah musuh dalam cinta.

ya Allah,
walau tak perlu ditelan ikan di gelap lautan, hiasi jiwa kami dengan kepasrahan Yunus yang rintih doanya Kaudengarkan.
maka, ya Allah,
walau tak usah mengalami kehilangan, dicekik sakit, miskin, dan musibah; sejukkan hati kami dengan sabar dan dzikir seperti Ayyub yang tabah.

ya Allah,
walau ujian cinta tak seberat Ibrahim, Hajar dan Sarah; limpahi keluarga kami dengan sakinah, mawaddah dan rahmah dengan keturunan yang shalih serta shalihah.
maka, ya Allah,
walau ibadah tak seterpelihara Zakaria dan kesucian tak seterjaga Maryam; nikmatkan bagi kami bakti anak mulia seperti Yahya dan Isa.

ya Allah,
walau belum pernah mencicipi surga bak Adam dan Hawa, jadikan rumah kami terasa surga sebelum surga, terimalah taubat atas segala dosa.
maka, ya Allah,
walau hidup tak sepedas-pedih warna-warni hayat Ya'qub, jadikan kami hanya mengadu pada-Mu semata, hingga menampilkan kesabaran cantik yang bercahaya.

ya Allah,
waau tak harus lari dan bersembunyi sebagaimana para Ashabul Kahfi, beri kami keberanian dan perlindungan saat tegas mengatakan Al-Haq di depan tirani.
maka, ya Allah,
walau kerajaan tak seluas Dzul Qarnain, curahi kami akhlaq pemimpin; yang senantiasa menyeru pada iman, membebaskan ummat, serta menebarkan manfaat.

ya Allah,
walau jangan sampai Kaukaruniai pasangan yang mirip Fir'aun, teguhkan kami bagai Asiyah yang mukminah, anugerahkan rumah di sisi-Mu di dalam surga.
maka, ya Allah,
walau persoalan hidup tak sepelik Ibunda Musa, bisikkan kami selalu kejernihan-Mu di firasat kami saat menghadapi musyqilnya hari-hari.

ya Allah,
walau ilmu dan kebijaksanaan tak seutuh Luqman Al-Hakim; tajamkan pikir dan rasa kami untuk mengambil 'ibrah di setiap kejadian.
maka, ya Allah,
susurkan dan susulkan kami di jalan yang lurus, di lapis-lapis keberkahan.

Aamiin.

***

Salam,

S.

 

Nov 16, 2014

blessed

One night,
I dreamed about my school.
my teachers.
my friends.

Then I dreamed about my internship.
my students, my best partners ever.

Then I dreamed about me teaching some kids.
at my primary school.

and now here I am.
in front of class.
in front of kids.
I call them, my students.
They call me, teacher.

I was so excited at the first.
getting nervous until now.
trying to answer my own question about:
Can I be a good teacher?

Kids,
Thanks for being my first official students.
Thanks for making me feel so blessed to have you as my students.
I love you all since the first time we met, and I'll always do.

Sincerely,
Miss. E


Oct 6, 2014

Sepotong Bulan untuk Berdua

Sepotong Bulan untuk Berdua

Malam ini
Saat dikau menatap bulan
Yakinlah kita melihat bulan yang sama
Mensyukuri banyak hal
Berterima kasih atas segalanya
Terutama atas kesempatan untuk saling mengenal
Esok pagi semoga semuanya dimudahkan

Malam ini
Saat dikau menatap bulan
Yakinlah kita menatap bulan yang satu
Percaya akan kekuatan janji-janji masa depan
Keindahan hidup sederhana, berbagi dan bekerja keras
Mencintai sekitar dengan tulus dan apa adanya

Malam ini
Saat dikau menatap bulan
Yakinlah kita menatap bulan yang itu
Semoga Yang Maha Memiliki Langit memberikan kesempatan
Suatu saat nanti
Kita menatap bulan
Dari satu bingkai jendela

- Tere Liye

----


Aug 11, 2014

Kebahagiaan

Before, I had some questions that hardly be answered. Such as, Are you happy? Have you been happy? What kind of happiness you have? It took several minutes to answer and the answer was just ..hmm, I think so or Yeah but not too much.

Itu dulu.

***

Saya rajin bertanya dan mencari tahu apa yang tidak saya tahu kemana saja, kepada siapa saja. Ive said this before hahaha. Kadang, pertanyaan-pertanyaan yang tidak saya ketahui jawabannya sebenarnya sangat sederhana. Ya termasuk tentang kebahagiaan. Kalau saya bertanya kepada diri sendiri "Sejauh ini hidup lo bahagia nggak, sih?" ya saya dengan santai bisa saja langsung menjawab "Ya.... bahagia bahagia aja, sih,". Frase 'bahagia bahagia aja' itu menunjukkan kebingungan pribadi "eh? iya nggak, ya?" "bahagia yang kayak gimana dulu, nih?" "Emang bahagia ada berapa jenis, sih?"

***

Happiness is the meaning and the purpose of life, the whole aim and end of human existence - Aristotle

Saya setuju awalnya sama Pak Aristoteles, kita bahagia ketika target hidup atau tujuan atau cita-cita atau sejenisnya itu kesampaian. Nah, yang jadi masalah, target/tujuan/cita-cita tiap orang kan beda-beda, begitu juga kemampuan untuk mencapainya, yang berdampak pada periode tercapainya kebahagian tersebut (apa sih, Lys). Gitu kan, ya?

Kasian aja gitu kalo yang impiannya tinggi, belum bisa bahagia kalau belum tercapai si impian.

***

Cukup mensyukuri apa yang ada, dan kamu akan selalu bahagia

Tadi siang ada yang kirim itu. And I feel those words fill the hole of emptiness in my mind /halah/ hahahahaha. Kuncinya: bersyukur. Bersyukur. Bersyukur. Bersyukur. (( mantra ))

***

Saya bersyukur masih bisa membuka mata tadi pagi, saya bahagia.
Saya bersyukur masih bisa makan bersama keluarga saya, saya bahagia.
...
...
...


Saya bersyukur mengenal kamu, saya sangat bahagia.

Salam,
S.


Jul 17, 2014

When my mind is talking blablabla.

Dear, Pages.

I keep disappointing myself and it truly hurts me inside. I keep cheering myself up and it still on progress. I keep hoping for the best and will always be. I keep looking for a miracle and believe it lies in somewhere I haven't seen.

I keep trying to love myself and it is the hardest part.

Dear, Pages.

How the future will be? How does it look like? Am I sacrificing for some great things ahead? Could you give the answer?

Dear, Pages.

You don't have to answer it anyway.

Thanks for being here.

Love,
S.

Jun 28, 2014

Marhaban Yaa Ramadhan!

Halo!

Ini waktu yang berputar lebih cepat atau saya yang menjalani hidup dengan terlalu santai, ya? Ramadhan tahun ini sudah tiba. Saya menyambut Ramadhan dengan perasaan gugup gegap gempita membayangkan keberkahan yang membuncah di bulan ini, seperti anak kecil yang kebingungan di tengah hujan lolipop, bingung mau menadah lolipop dari sebelah mana. Analogi itu agak gak baik sih sebenernya. Soalnya bingung yang lama akan menyebabkan bengong. Jadinya malah gak ngambil satu lolipop pun, kan malah jadi salah.

Makanya jangan melamun di tengah hujan lolipop, Adik-adik! Lekas ambil wadah untuk menampung. Begitupun Ramadhan tahun ini. Semoga berkah yang berlimpah bisa kita nikmati dengan sebaik-baiknya. Amin.

---

Selamat menjalani hari-hari penuh berkah di bulan Ramadhan.
Selamat menikmati santap sahur dan berbuka dengan yang tersayang.
Selamat beribadah sepuas-puasnya.

Salam,

S. 


May 26, 2014

Mencari Alasan Untuk Tidak Mengeluh

Kita hidup untuk alasan-alasan yang harus kita hidupi dan pada akhirnya menghidupi kita. Saya bingung menentukan siapa yang menghidupi siapa pada konteks kalimat itu. Saya percaya bahwa tiap dari kita pasti punya alasan untuk melakukan apapun atau menjadi siapapun dan bagaimanapun caranya. Saya makan karena saya lapar. Saya tidur karena saya mengantuk. Saya ingin menjadi guru karena........... dan karena-karena lainnya dalam hidup kita.

Saya gemar mencari alasan. ha ha ha ha. Jadi saya suka banyak nanya, "kenapa begini? kenapa begitu?". Kalo ada yang baik meladeni pertanyaan saya ya pasti dijawab, tapi untuk mereka yang gak sabar pasti jawab "Gak semua yang terjadi harus ada alasan, Pi," atau "Gak punya alasan juga alasan orang gak mau jawab, kan?" sampe kayak gini "gak semua pertanyaan ada jawabannya,". Ya pokoknya begitu. Pada akhirnya saya menelan rasa penasaran dan semua kenapa yang ada di kepala saya sendirian.

Kebetulan semester akhir memang memancing saya untuk sedikit lebih banyak mengeluh dibanding semester sebelumnya. Sebentar-sebentar capek, sebentar-sebentar males, sebentar-sebentar galau, sebentar-sebentar pengin main. Ya gitulah. Semester ini seru banget sih, cuma ya jadi cepet ngeluh, lebih manja, pengin diperhatiin, dll.

Makanya saya memutuskan untuk ikut ke Cibuyutan hari Sabtu lalu, bermalam di sana lagi untuk kedua kalinya setelah 3 tahun nggak ke sana. Saya pernah cerita tentang di mana Cibuyutan dan pengalaman saya ke sana waktu itu di sini. Saya dan teman-teman juga punya wadah untuk siapapun yang mau bantu Cibuyutan di sini. ((promosi))  

Salah satu perbedaan dari perjalanan pertama saya waktu itu dan perjalanan saya kemarin adalah waktu itu kami berangkat pagi, jadi cuaca belum terlalu panas. Sementara kemarin kami naik ke Cibuyutan tengah hari pas matahari ada di atas kepala. ha ha ha ha. Seruuuu kan.

Alhamdulillah banyak perubahan yang terjadi di Cibuyutan semenjak kedatangan pertama kami waktu itu. Banyak pihak yang membantu dan mendukung Cibuyutan dari segi apapun. MI Miftahussolah sekarang sudah berbentuk bangunan dengan fasilitas yang memadai, tidak lagi bilik bambu seperti kandang sapi. Setiap sabtu dan minggu ada kegiatan belajar untuk orang tua yang tuna aksara. Cibuyutan sudah punya panel surya, jadi setiap malam bisa menikmati listrik tergantung cuaca pada siang harinya. Kalau terik seperti kemarin, listrik bisa tahan semalaman sampai pagi. Alhamdulillah.

Saya ke sana memang dengan niat untuk mencari alasan agar tidak cepat mengeluh. Anak-anak Cibuyutan yang melanjutkan sekolah ke tingkat SMP harus turun dari kampungnya menuju kampung di bawah yang lebih maju, melewati hampir 10 km pulang pergi perjalanan dengan trek bebatuan yang naik turun terjal. Tapi mereka tidak mengeluh. Anak-anak harus belajar dengan semangat dari diri mereka sendiri tanpa bantuan siapapun di rumah karena orangtua mereka tuna aksara, dan mereka belajar dengan keterbatasan informasi, hanya dari buku, tanpa akses internet. Tapi mereka tidak mengeluh.

Sementara saya.........................................................................................

***

Jangan sampai karena terlalu sering menunduk, kita jadi lupa bagaimana caranya menoleh.

Jangan karena terlalu sering mengeluhkan apa yang kita hadapi, kita jadi gak sempet sadar kalau di sekeliling kita ada yang dihadapkan dengan masalah yang jauh lebih berat dan mereka mampu menghadapinya dengan senyuman.

Semoga selalu lebih dewasa ya, diriku.

Salam,

S.


Apr 13, 2014

Ya.

Selama cinta ini masih haram, ini haram.
Maka halalkan.

Selama rindu ini masih haram, ini haram.
Maka halalkan.

Semoga doa kita bersua di satu titik di langit sana,
menggema semesta.

---

Love,

S.

 

Apr 3, 2014

Untuk Sementara by @PramoeAga on tumblr

Untuk sementara, kita lebih banyak berteman dengan rindu; dengan doa - doa pelipat jarak, dengan sekarung harapan bertemu.

Untuk sementara, biar kita berjalan beriringan tanpa sejalan. Percakapan adalah tanaman yang musti kita rawat, dan kesabaran adalah bocah rewel yang perlu dijaga. Ingatlah, mereka adalah harta yang mengayakan kita.

Untuk sementara, biar rindu menjadi teman paling rajin hinggap di dada. Menggelembung, menyesakkan ruang sempit di sana. Memanjangkan musim dingin, menambah rajin gigil.

Lelah ini hanya sementara. Hanya mengambil beberapa jumput waktu bersama dan mengalikan dua jarak yang ada. Tak apa, hanya sementara. Bukan selamanya. 

---

source: here

Mar 9, 2014

Home

I don't need to break your walls as Miley wanted
because you open the door gently
and let me in

I just need to love you unconditionally
as Katy would
and I will

And there is no question such 'who you love'
as Mayer asked
because you are my answer

Love,
S.



Mar 4, 2014

Adrenalin

Jangan tersenyum.

Adrenalku hilang kendali,
hormonnya jadi lebih banyak diproduksi.



Feb 3, 2014

Yang Aku Rindu (3)

Untuk yang aku rindu,
yang datangnya dalam enam bulan hanya sewaktu,
liburanku.

Hai, liburanku.

Mengapa kau tak pernah datang tepat waktu? Apa karena enam bulan sebelum kau datang, aku selalu asyik menyia - nyiakan waktu? Kalau itu sebabnya, aku mohon maaf. Tapi sungguh, untuk yang kali ini aku sangat mengharapkan kehadiranmu. Enam bulan berlalu dengan banyak energi dan emosi yang hanyut terbawa. Enam bulan berlalu dengan napasku yang agak terengah - engah dalam terseok - seoknya langkah. Enam bulan yang mengajariku jangan terlalu bergantung pada hari esok selagi kau bisa selesaikan urusanmu hari ini. Enam bulan yang membuatku makin merindukanmu, sungguh.

Liburanku, yang aku tunggu.

Ingatkah kau beberapa kenangan kita di tahun - tahun silam? Sejak aku kecil, aku sudah mengenalmu dan boleh saja dibilang, aku tumbuh dewasa bersamamu. Dengan tempat wisata yang kukunjungi bersamamu, dengan buku cerita dan komik yang kuhabiskan bersamamu, dan saat aku kuliah, kunikmati kehadiranmu dengan drama-marathon yang mengasyikkan. Kita hanya bertemu beberapa kali dalam setahun, tapi aku selalu menikmati kebersamaanku denganmu. Selalu.

Liburanku, yang aku rindu.

Kehadiranmu kali ini bukan hanya tak tepat waktu -karena kau telat seminggu- tapi juga tak kusadari. Iya, aku tak menyadarimu. Kewajibanku sebagai mahasiswi tingkat akhir menyita lumayan banyak waktu kebersamaan kita. Sesekali kau hadir diam - diam di sela - sela kewajibanku itu. Tapi tetap saja, aku tak bisa menikmatimu secara utuh. Dan kehadiranmu kali ini berlalu begitu saja. Seperti alur drama melankolis, kau berlalu bahkan sebelum aku sepenuhnya menyadari kau ada. Tiba - tiba saja hari ini sudah senin, aku sudah harus menemui catatan kuliah dan revisi, dan itu berarti aku harus melepas kepergianmu. Tentu saja, kulepas kau dengan berat hati.

Liburanku, yang kutunggu dan kurindu.

Enam bulan dari sekarang akan jauh lebih berat dari enam bulan lalu. Berbekal pertemuan kita yang singkat kemarin, aku akan berusaha menyelesaikan segala urusan enam bulan ini dengan baik dan sepenuh hati. Doakan aku, ya. Enam bulan yang akan datang, kubuat kau hadir tepat waktu dan singgah lebih lama. Enam bulan yang akan datang, kunikmati kau sesempurna yang aku bisa. Semoga bahagia menyelimuti kita.

Dariku,
yang senantiasa menantimu,


S.



Feb 2, 2014

Kencan (...)

Sebab bahagia membuatku lupa angka

Dan kuputuskan untuk tak menghitung lagi.

Yang Aku Rindu (2)

Untuk yang aku rindu,
perempuan batak bermuka sinis berhati manis,
Golda.

Hai, Gol.
Pernah dapet surat cinta virtual, ngga? Kalo belom, here I give you the very first one.

Masih inget gak sih pertama kali kita ketemu? Iya! Di kelas 7.2, hampir sepuluh tahun lalu. Kursi lo di depan meja gue waktu itu (walau selanjutnya kita semeja). Dan kayak kebanyakan anak yang baru masuk SMP, kita nggak lebih dari dua bocah berseragam putih - biru -yang masih bau toko- yang kikuk satu sama lain. Dan gue, terutama, untuk pertama kalinya denger nama seunik nama lo. Golda. hmm? Gold? Emas? Mungkin orang tuanya punya toko emas, pikir gue waktu itu. Tapi saat itu gue nggak peduli banget sama keingintahuan gue akan sejarah nama lo, karena yang menarik buat gue waktu itu adalah lo cukup ramah untuk ukuran perempuan berwajah sejutek itu. sorry to say, tapi emang tadinya kupikir kamu jutek, nak. ternyata enggak, gak banget.

Golda, temanku.

Pertemanan kita mungkin agak aneh awalnya. Lo yang penyayang binatang nomer satu ketemu gue yang takut binatang. Lo yang keturunan Batak ketemu gue yang keturunan Jawa. Tapi kita sama - sama suka ketawa dan ngetawain orang. Juga, kita sama - sama suka baca. Dan, yaa. Untuk ukuran anak kelas 1 SMP, agak aneh kita sukanya baca buku Torey Haden sama Dave Pelzer saat temen - temen kita lagi kegandrungan teenlit.  Dan lagi, bahkan handphone kita sama! Nokia 3650. Bahkan sempet tukeran HP semalem.

Walau kita cuma sekelas waktu kelas 1, tapi hubungan kita tetep langgeng walau harus melalui long distance classroom gitu. ((Tahan, jangan muntah sekarang ya, Gold.)) Kita punya geng, berempat, sama Micin dan Keke. Dan buku curhatan kita berempat, About Us, yang ada 2 edisi -satu di elo dan satu di gue- masih suka gue baca sampe sekarang. Menyenangkan ya melewatkan pubertas dan sedikit ke-alay-an bareng lo. Hahaha

Golda, yang aku rindu.

As a friend, lo selalu ada saat waktu yang tepat. Kita belajar buat ujian SMP bareng daaaaaaan kita masuk SMA yang sama. Bahagia deh waktu itu. Seriously. Dan walaupun selama 3 tahun kita cuma sekelas waktu kelas 3, ngerumpi bareng mah tetep, walau gak sesering lo sama temen kelas lo atau gue sama temen kelas gue. Curhat mah tetep. Apalagi sih kalo bukan pacar :)))

Gue inget banget, saat gue lagi galau - galau nya milih jurusan universitas, saat gue obsesi sama STAN dan matematika, saat orang di sekitar gak begitu peduli atau setengah peduli dengan dukung gue di matematika, elo yang pertama atau malah satu - satunya yang bilang "gue rasa lo cocoknya jadi guru biologi, Pi,"

And here I am, setelah gagal masuk STAN dan matematika, sekarang di tingkat akhir pendidikan biologi, gak lama lagi beneran jadi guru biologi.

Golda, temanku yang aku rindu.

Makasih ya, buat kue bolu yang lo bawa ke rumah gue pertama kalinya walau sampe nyasar - nyasar. ((itu bikinan lo apa Nyokap lo, ya?)) 
Makasih ya, buat pinjeman buku Dave Pelzer punya tante lo. (akhirnya gue beli buku ke-3 kok. Beli, bukan minjem)
Makasih ya, lo ada saat gue lagi hancur - hancurnya karena cinta (HUAHAHAHAHAHAHA)
Makasih ya, makasih.

Dan maaf, karena gue gak se -fleksibel temen - temen lo yang lain untuk urusan hang out.
Maaf, karena gue gak dateng ke pesta ulang tahun lo ke -17
Maaf, karena gue juga gak pernah kasih saran yang dewasa buat hubungan percintaan lo
Maaf, karena kita jarang ketemu tiap lo lagi di Bekasi.
Maaf, karena postingan ini mungkin bikin lo mual.

Sukses terus kuliah hukumnya, karena lo pasti jadi praktisi hukum kebanggaan gue apapun profesi yang lo pilih kelak. Langgeng terus sama Mas lo -yang gue belom pernah ketemu itu-. 

Dan yaaaa, kita harus ketemu sebelum lo balik merantau lagi.

Peluk ciyum penuh keromantisan dari gue,

Upi.



#Sufia

Sorbonne, Seoul, Saudi Arabia, SOON