Jan 19, 2013

Surat Kelima - Lima Sahabat

Kepada pemilik senyum yang selalu aku rindu, ini untukmu.

Bagaimana harimu? Semoga secerah matahari yang aku rasakan di sini, ya!

Aku ingin menceritakan tentang kisah 5 sahabat yang selalu menginspirasiku tiap saat. Kisah mereka berasal dari tanah yang jauh dari tempatku berpijak.

Mereka adalah lima lelaki yang berbeda usia satu sama lain dan bersahabat amat dekat. Mari kita sebut mereka dengan nama unik masing - masing. 

Sebut saja lelaki nomor satu dengan sebutan, Kak Naga. Dia memiliki kecintaan terhadap seni yang luar biasa. Semangatnya seperti seekor naga. Seolah Ia tak pernah lelah dan terlihat begitu ambisius. Belasan tahun lalu Ia melepaskan dunia kanak - kanak yang penuh permainan dengan ruang berlatih seni. Ia bernyanyi, menari, dan mencipta lagu. Seolah Ia tak pernah lelah dan begitu ambisius.

Kemudian lelaki kedua, Abang besar. Raganya memang sebesar julukannya. Ia berperawakan tinggi besar. Besar di lingkungan keluarga yang mencintai seni. Kakeknya adalah penulis terkenal. Ia jarang bicara, namun sekali Ia membuka mulutnya, maka kata - kata akan tersusun demikian baiknya. Ia pekerja keras dan tak pernah berhenti berusaha. Tampak dari luar, Ia memiliki kepribadian yang keras dan kaku. Namun sebenarnya Ia adalah pemecah suasana yang baik di antara kelima sahabat ini. Ia akan selalu berusaha memberikan yang terbaik, yang Ia bisa.

Tidak jauh berbeda dengan lelaki pertama dan kedua, lelaki ketiga yang memliki sebutan Pria berhati lembut ini, juga memiliki semangat dan impian yang sama besarnya dengan lelaki pertama dan kedua. Ia lebih pendiam dari lelaki kedua, dan hatinya memang benar - benar lembut. Dulu Ia seringkali dipandang sebelah mata, namun semangat mengejar mimpi dan kelembutan hati yang Ia miliki, membalas semua tatapan sebelah mata itu dengan cara lain.

Selanjutnya lelaki nomor empat, Malaikat senyum. Ia memang paling ramah di antara lima sahabat tersebut. Ia juga mampu membuat suasana sekitarnya selalu hangat dan cair. Dan Ia dengan mudahnya membuat siapapun tertawa.

Lelaki nomor lima, usia termuda. Lelaki bermata panda. Ia memiliki lingkaran hitam di bawah matanya, seperti orang kelelahan. Namun Ia memang seperti itu. Bukan karena usianya yang paling muda kemudian Ia yang paling tidak bersemangat. Mereka berlima sama hebatnya.

Hai, kamu.

Kamu pasti tau bahwa aku begitu mengagumi mereka. Tujuh tahun lalu mungkin mereka bukan siapa - siapa. Hanya bocah remaja yang memiliki mimpi memeluk dunia dengan bakat yang mereka miliki. Namun hari ini, dunia seolah tak mau lepas dari pelukan mereka.

Hai, kamu, yang jauh  di sana.

Terima kasih karena sudah menjadi bagian dari lima sahabat ini. Iya, kamu lelaki nomor empat itu. Malaikat senyum yang suaranya selalu dirindukan. yang senyumnya selalu aku rindukan.

Titip salam penuh doa untuk keempat sahabatmu, ya! Selamanya kalian yang terbaik.

Dariku, yang mengagumi lima sahabat itu, yang mengagumi kamu dan sahabat - sahabatmu.

          

    

No comments:

Post a Comment

#Sufia

Sorbonne, Seoul, Saudi Arabia, SOON