Jan 24, 2013

Surat Kesepuluh - Sepuluh Surat Cinta

Untukmu yang kesepuluh kalinya,

Surat ini terhitung terlambat, namun aku berdoa semoga ada keajaiban sehingga surat ini tetap sampai untukmu, semoga.

Menulis surat selama 30 hari penuh membutuhkan konsistensi agar tidak jenuh. Saat ini aku bingung dan mulai terhalau jenuh. Hanya keajaiban yang mampu membuat matamu tidak jenuh saat membaca surat - surat ini.

Ah, keajaiban ya. Setidaknya keajaiban adalah salah satu hal yang berperan besar dalam perjalanan kita. Aku tidak percaya keajaiban. Aku hanya percaya campur tangan Tuhan. Dan ternyata kamu juga percaya itu.

Bahkan pertemuan kita secara langsung pun terjadi karena keajaiban. Akan kuceritakan di suratku yang ketigabelas, sebab pada tanggal tigabelaslah kita bertemu.

Sudah ya, aku hanya ingin bilang di surat kesepuluh ini, bahwa aku masih merindumu, hingga sepuluh hari berikutnya, sepuluh minggu kemudian, dan untuk waktu yang tak dapat ditentukan.

Hai, kamu.
Bagaimana sepuluh surat cintaku? 

Dariku, yang merindumu sepuluh kali lipat dari hari pertama kutulis surat cinta buatmu.

      
 

No comments:

Post a Comment

#Sufia

Sorbonne, Seoul, Saudi Arabia, SOON