Jan 23, 2013

Surat Kesembilan - How did we get

Untukmu, dan memang hanya untukmu, yang aku rindukan


I’ve gone through so many shallow relationships
I thought you’d brush past like that too
But as time went by, I realized you were a little different
There was no pretense, you showed me your whole heart

Kadang kala, patah hati memang meninggalkan luka yang perihnya terlalu dalam untuk dilupakan walau sejenak. Namun, entah mengapa. Mungkin aku terlalu lemah berhadapan dengan putus cinta. Hingga kau datang, aku masih terpuruk di awal. Tetapi waktu berpihak padamu, pada kesabaran dan kesungguhanmu. Sedikit demi sedikit dan perlahan tapi pasti, kamu mengisi segala ruang hati. Entah sejak kapan, aku tidak terlalu memperdulikannya. Seperti bunga musim semi yang bermekaran usai salju menutupi tangkainya. Sesederhana itu.
 
So we’ll walk togetherYou and me
The two of us
We’ll walk together from now

Hai, kamu.
Bila waktu berhasil membuatmu hidup di hatiku, maka biar waktu jua yang akan menjaganya tetap hidup.

Dariku, yang sejauh ini tetap merindumu.

 

No comments:

Post a Comment

#Sufia

Sorbonne, Seoul, Saudi Arabia, SOON